BRI siap kucurkan kredit ke kontraktor migas

JAKARTA : PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk siap mengucurkan kredit pembiayaan usaha bagi perusahaan anggota kontraktor Asosiasi Pemboran Minyak, Gas dan Panas Bumi Indonesia (APMI).Direktur Kepatuhan BRI Bambang Soepeno mengatakan pihaknya siap mengucurkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Desember 2010  |  10:07 WIB

JAKARTA : PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk siap mengucurkan kredit pembiayaan usaha bagi perusahaan anggota kontraktor Asosiasi Pemboran Minyak, Gas dan Panas Bumi Indonesia (APMI).Direktur Kepatuhan BRI Bambang Soepeno mengatakan pihaknya siap mengucurkan kredit antara Rp30-40 miliar untuk setiap proyek subkontraktor minyak di Indonesia. Untuk tahap awal, BRI siap mengucurkan hingga Rp100 miliar."Dengan adanya perjanjian kerjasama ini diharapkan akan mampu mendukung kelancaran bisnis para anggota APMI melalui akses pembiayaan dan layanan perbankan yang diberikan oleh BRI," kata Bambang seusai menandatangani perjanjian pengucuran kredit dengan APMI, hari ini.Bambang menambahkan kredit bagi industri Migas dikategorikan dalam kredit retail dan menengah yang masuk dalam kategori kredit komersil dengan interest rate sekitar 12%. Meski demikian, dia mengatakan nilai kredit dan bunga masih dalam perkiraan dan belum diputuskan secara resmi. "Skema (kredit) rekan-rekan asosiasi sudah tapi belum rampung tuntas, itu masih dibahas," katanya.Bambang menjelaskan pembiayaan bagi anggota APMI diperuntukan bagi berbagai proyek subkontrak dari perusahaan pemegang kontrak karya. Mulai dari pengeboran sumur, perawatan fasilitas hingga pengelolaan limbah.Namun, Bambang mengakui kalau pihaknya adalah pemain baru dalam kredit industri Migas. Sehingga BRI masih akan mempelajari dulu bisnis ini beserta dengan resikonya. "Kami masih baru belajar di oil and gas," katanya.Menurut Asistant Vice Presiden BRI Hans Wibowo, kredit migas di BRI merupakan bagian dari kredit retail dan menengah yang selama ini memegang 10% dari nilai kredit BRI. Dalam kredit retail dan menegah, selama ini BRI mengucurkan ke sektor pertanian, pembangunan perumahan.Adapun, kredit retail dan menengah di BRI masuk dalam koridor kredit UMKM yang memegang 80% dari total kredit. Sisanya, kredit dialokasikan untuk korporasi. Ketua APMI Tito Kurniadi menilai perkiraan kucuran kredit yang disebutkan oleh Bambang cukup untuk pembiayaan usaha anggota APMI saat ini. Meski demikian dia meminta agar BRI mau memberikan interest rate dibawah standar.Untuk jaminan kredit, menurutnya hal tersebut masih dalam pembahsan bersama dengan BRI. Dia mengakui kalau jaminan kredit yang diberikan oleh anggotanya tidak selalu cukup dengan ketentuan saat ini. "Untuk jaminan memang memerlukan terobosan misalkan dengan menjaminkan lewat asuransi," katanya.Lebih lanjut dia mengatakan pengucuran kredit BRI bagi anggota APMI sebenarnya memiliki resiko kredit macet yang kecil. Sebab. banyak perusahaan Migas pemegang kontrak karya memarkir dananya di bank BUMN seperti BRI. Sedangkan anggota APMI yang membutuhkan kucuran kredit menjalankan usaha subkontrak dari perusahaan Migas kontrak karya tersebut. "Jadi sebenarnya resikonya kecil," katanya. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top