Porsi asing di SBI naik tipis

JAKARTA: Meski telah membuat berbagai kebijakan untuk memperlambat arus capital inflows, namun porsi kepemilikan investor asing pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tetap meningkat dengan penurunan dari sisi nominal.Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI)
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 Desember 2010  |  12:02 WIB

JAKARTA: Meski telah membuat berbagai kebijakan untuk memperlambat arus capital inflows, namun porsi kepemilikan investor asing pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tetap meningkat dengan penurunan dari sisi nominal.Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI) Difi A Johansyah mengatakan dalam operasi pasar terbuka di minggu kedua Desember terungkap porsi kepemilikan asing di SBI naik dari 26,0% menjadi 27,1%, dengan penurunan nominal sebesar Rp1,32 triliun menjadi Rp54,25 triliun."Minat investor asing terhadap seluruh aset keuangan domestik dalam minggu kedua desember mengalami peningkatan," kata Difi lewat pesan elektronik yang diterima hari ini.Selain terhadap SBI, investor asing juga menggelontorkan dananya terutama pada Saham dan Sertifikat Berharga Negara (SBN). "Hal ini disebabkan oleh sentimen global yang cenderung positif sehingga risk appetite pada emerging market termasuk Indonesia meningkat," kata Difi.Hingga 10 desember , dana asing yang diinvestasikan di SBI mencapai Rp54,25 triliun. Sedangkan dana asing pada Surat Utang Negara (SUN) mencapai Rp195,40 triliun.Difi menambahkan pada pasar sekunder SBI, volume transaksi rata-rata harian (rrh) mencapai Rp3,3 triliun. Nilai tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan rrh minggu lalu yang sebesar Rp 1,6 triliun. "Hal ini didorong oleh pembelian investor asing untuk menggantikan SBI yang jatuh waktu pada tanggal tersebut," kata Difi.Sedangkan dampak dari meningkatnya permintaan investor asing terhadap SBI, tuturnya, juga menyebabkan yield ditransaksikan pada level yang rendah, yaitu sekitar 28 s/d 138 bps di bawah yield pasar primer.Sebelumnya Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengatakan BI telah berusaha memperlambat derasnya capital inflows dalam investasi jangka pendek seperti SBI. Untuk itu BI telah berusaha untuk mengurangi lelang dan memperpanjang tenor SBI. Hartadi menambahkan investasi asing terhadap SBI harus dialihkan menjadi kepada investasi jangka menengah dan panjang. "Yang musti dipahami SBI itu bukan instrumen investasi melainkan instrumen moneter untuk menyerap likuiditas berlebih," kata Hartadi. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top