BI finalisasi pemeriksaan layanan premium perbankan

JAKARTA: Bank Indonesia tengah memfinalisasi hasil pemeriksaan produk dan layanan premium perbankan sebagai referensi untuk mencabut penghentian sementara penambahan nasabah baru. Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan saat ini data
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  15:00 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia tengah memfinalisasi hasil pemeriksaan produk dan layanan premium perbankan sebagai referensi untuk mencabut penghentian sementara penambahan nasabah baru. Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan saat ini data dari sejumlah perbankan sudah masuk di bank sentral, sehingga pihaknya tengah melakukan verifikasi data tersebut. Saat ini [data dari perbankan] masih dikompilasi, ujarnya dalam pesan singkat kepada Bisnis, malam ini. Kepala Biro Humas BI Difi A. Johansyah membenarkan data dari perbankan tengah dikompilasi oleh empat direktorat di bank sentral yakni Direktorat Pengawasan Bank I, II, III dan Direktorat Pengawasan Bank Syariah. Menurut dia, jika sudah selesai melakukan pemeriksaan dan pembenahan, bank terkait boleh kembali menjalankan operasional perekrutan nasabah baru wealth management dan priority banking. Namun, ujar Difi, jika bank belum siap, konsekuensinya pelarangan penambahan nasabah baru diperpanjang oleh bank sentral. Kami kasih waktu sebulan untuk diperbaiki. Terus laporan mereka kami evaluasi dan kami periksa lagi. Kalau sudah bisa jalan. Kalau belum ya harus perbaiki lagi, tegasnya. Pada 29 April BI mengumumkan menghentikan sementara waktu penerimaan nasabah baru sebagai tindaklanjut dari pemeriksaan khusus terhadap 23 bank yang memiliki aktivitas priority banking atau wealth management. Ketentuan itu juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan, dan perlindungan kepada nasabah pascapembobolan dana nasabah premium Citibank oleh Relationship Manager Citigold Melinda Dee. Ketentuan itu berlaku 2 Mei-2 Juni 2011. Namun, untuk jasa pelayanan priority banking/wealth management kepada nasabah lama masih dapat dilakukan dan berjalan secara normal. (luz)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top