Aviliani: Green banking harus didahului sosialisasi

JAKARTA: Ekonom Indef Aviliani menuturkan upaya perwujudan green banking di Indonesia harus didahului sosialisasi dan penerapan ramah lingkungan di sektor riil.Dia mengatakan hal itu untuk menanggapi wacana Bank Indonesia (BI) merancang Peraturan Bank
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 Juli 2011  |  06:32 WIB

JAKARTA: Ekonom Indef Aviliani menuturkan upaya perwujudan green banking di Indonesia harus didahului sosialisasi dan penerapan ramah lingkungan di sektor riil.Dia mengatakan hal itu untuk menanggapi wacana Bank Indonesia (BI) merancang Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait implementasi green banking di Indonesia.Dalam hal ini diharapkan Kementerian Lingkungan Hidup menerapkan sertifikasi ramah lingkungan kepada seluruh industri. Sertifikat tersebut nantinya akan menjadi persyaratan utama untuk memeroleh pembiayaan dari sejumlah bank."Green banking masih banyak yang harus dibenahi. Jangan bicara banking-nya, tapi green industrinya dulu," ujar Aviliani dalam Seminar Strategi Menuju Green Banking di Jakarta, hari ini.Menurut Aviliani, upaya awal yang harus dilakukan yakni peran aktif pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyosialisasikan pentingnya menuju pro-green di sektor riil. Setelah itu, ujarnya, green banking akan dengan mudah dapat diwujudkan."Oleh karena bank ini pendukung bisnis, kalau bisnisnya belum mengarah ke sana, banknya sudah tiba-tiba ke green banking, maka bank akan bangkrut karena kreditnya tidak laku. Mau kasih kredit tapi industrinya enggak punya sertifikat, lalu bagaimana?" ujar Aviliani.Green Bank adalah institusi keuangan yang memberikan prioritas pada kelestarian dalam praktek bisnisnya.Pada pemahaman ini, green banking memiliki empat unsur kehidupan, yakni nature, well-being, economy, dan society. Bank yang 'hijau' akan memadukan keempat unsur tersebut dalam prinsip bisnis yang peduli pada ekosistem dan kualitas hidup manusia.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top