Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengalaman pertama BHS 1906 lepas obligasi

 
Saeno
Saeno - Bisnis.com 09 November 2011  |  17:27 WIB

 

JAKARTA: PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk menggenjot dana dari publik dengan menawarkan kupon obligasi senior I/2011 Rp200 miliar sekitar 10,5%-12%. Kupon itu lebih tinggi dari rata-rata penawaran kupon industri perbankan, karena merupakan kali pertama bank milik Medco Group itu menerbitkan surat utang.
 
Dirut Bank Saudara Yanto M. Purbo menyadari kupon yang ditawarkan oleh perseroan berada di atas rata-rata industri perbankan, karena rating perseroan masih berada di level BBB. Namun, hal itu masih dinilai sesuai dengan kebutuhan ekspansi bisnis perseroan.
 
“Underwriter [penjamin emisi] memberikan rekomendasi itu. Kami menyadari, meski sudah investment grade BBB, tapi namanya baru belajar. Pertama kali, nanti kalau sudah rating A ke atas tentu akan lebih murah,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, siang ini.
 
Bank Saudara akan menerbitkan obligasi dalam dua skema, yakni seri A jangka 2 tahun ditawarkan dengan bunga 10,5%-11,5% dan seri B jangka 3 tahun dengan bunga 11%-12%. Keduanya dengan bunga tetap dan dibayarkan tiap tiga bulan sekali.
 
Obligasi itu diharapkan mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam LK pada 25 November 2011 dan penawaran pada 29—30 November 2011. Periode bookbuilding dilakukan mulai 9—15 November 2011 dand idistribusikan secara elektronik pada 5 Desember 2011.
 
PT Kresa Graha Sekurindo TBk dan PT Victoria Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi. PT Pemeringkat Efek Indonesia memberikan rating obligasi Bank Saudara BBB+.
 
Jika dibandingkan dengan bank lain, imbal hasil yang ditawarkan jauh lebih besar. Sebut saja BII dengan tenor 3 tahun bunga yang ditawarkan 7,75%-8,5%, tetapi rating bank milik Maybank Group itu AAA.
 
Menurut Yanto, bank-bank papan atas sudah mendapatkan nama karena sering melakukan penerbitan surat utang, sehingga penawaran bunga murah. Namun, sambungnya, hal itu tak menjadi soal bagi manajemen karena masih menguntungkan untuk membiayai ekspansi kredit.
 
Dana obligasi, tuturnya, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk kombinasi dana jangka panjang dalam menyalurkan kredit. “Penyaluran kredit akan difokuskan kepada kredit pensiunan, kredit pegawai, usaha kecil dan menengah,” katanya.
 
Hingga kuartal III/2011, laba Bank Saudara mencapai Rp75,84 miliar, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp75,84 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan kredit yang mencapai Rp3,08 triliun dari sebelumnya Rp2,36 triliun. 
 
Yanto menambahkan dana dari obligasi akan dipakai untuk menopang pertumbuhan aset hingga Rp7,5 triliun pada akhir tahun depan. Saat ini aset Bank Saudara mencapai Rp4,28 triliun, naik dari periode sebelumnya Rp3,03 triliun. (ln)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top