AKUISISI DANAMON: Kemenkeu cemaskan soal dominasi pengendalian

 
| 19 April 2012 22:28 WIB

 

JAKARTA: Kementerian Keuangan mengkhawatirkan rencana akuisisi PT. Bank Danamon Indonesia Tbk oleh DBS akan menggerus dominasi kontrol operasional dan arah pembiayaan bank nasional tersebut. 
 
Mahendra Siregar, Wakil Menteri Keuangan, menjelaskan bahwa posisi Kementerian Keuangan akan mendukung sepenuhnya keputusan Bank Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menyangkut rencana DBS membeli saham Danamon dari kepemilikan dominan Temasek. 
 
Kendati Kemenkeu bukan regulator, Mahendra mengatakan pihaknya sangat berkepentingan untuk menggali informasi dari kedua petinggi bank tersebut menyangkut perkembangan dari rencana akuisisi tersebut. 
 
“Karena itu terkait dengan stabilitas keuangan kita dan pertumbuhan ekonomi, yang pasti akan berdampak akibat dari hal ini. Apalagi bank seperti danamon itu cukup besar dari segi operasinya, asetnya, maupun dari segi pemberian kredit, termasuk pada skala UKM,” jelasnya  hari ini.
 
Untuk itu sesuai dengan permintaan DBS dan Danamon , lanjut Mahendra, pihaknya menjadwalkan pertemuan dengan petinggi kedua bank tersebut secara terpisah di kantornya pada hari ini. 
 
“Saya dijadwalkan akan ketemu CEO DBS dari Singapura dan Danamon, tetapi ternyata yang dari Singapura membatalkan pertemuan karena ada anggota keluarganya yang sakit. Tapi saya tetap bertemu dengan Danamon,”ujarnya. 
 
Menurutnya, yang jadi fokus perhatian dari Kemenkeu terkait rencana akuisisi tersebut lebih pada kemungkinan dampaknya terhadap stabilitas makro dan mikro, serta prospek pertumbuhan kredit Bank Danamon. 
 
“Seperti apa rencana selanjutnya dalam konteks keberadaan dua bank, kalau dimiliki oleh pemegang saham yang sama. Sebab kami tentu agak khawatir kalau kemudian Danamon-nya yang justru bergabung ke DBS sehingga secara tidak langsung danamon sebagai institusi nasional yang penting, terlepas siapapun pemegang sahamnya, itu tentu menjadi berubah,” paparnya.
 
Namun Direktur Utama Bank Mandiri Henry Ho, kata Mahendra, dalam pertemuan hari ini memastikan bahwa justru DBS yang nantinya akan merger dan menyesuaikan dengan strategi operasional dan pengelolaan Bank Danamon selama ini. 
 
“Jadi posisi Danamon praktis dipertahankan, tidak kemudian justru menyesuaikan pada DBS, tapi justru DBS-nya yang mungkin menyesuaikan,” tegasnya. 
 
Intinya, jelas Mahendra, pertimbangan pemerintah terhadap rencana akuisisi perusahaan asing terhadap saham perbankan nasional jangan sampai menjadikan posisi Indonesia dilemahkan. 
 
“Institusi (perbankan) Indonesia yang besar itu tadi (Danamon) itu tidak kemudian menjelma kepada bentuk yang semata-mata hanya menjadi cabang dari sebuah bank asing, yang adalah  DBS,” tandasnya. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top