KINERJA BANK: Laba Mandiri turun 10%

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk pada tiga bulan pertama 2012 mencatat penurunan laba sebesar 10% dibandingkan dengan tahun lalu Rp3,8 triliun menjadi Rp3,4 triliun. Laba merosot karena hilangnya pendapatan extraordinary tahun lalu dan penurunan bunga dari
Saeno | 25 April 2012 18:30 WIB

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk pada tiga bulan pertama 2012 mencatat penurunan laba sebesar 10% dibandingkan dengan tahun lalu Rp3,8 triliun menjadi Rp3,4 triliun. Laba merosot karena hilangnya pendapatan extraordinary tahun lalu dan penurunan bunga dari obligasi rekap.Tahun lalu, bank pelat merah itu diuntungkan dari pendapatan extra ordinary atau non recurring fee dari penjualan saham perdana PT Garuda Indonesia sebesar Rp1,4 triliun. Selain itu, pendapatan bunga terkoreksi dari penurunan yield obligasi rekap.Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2012, pendapatan bunga dan premi naik 14,3% menjadi Rp11,39 triliun. Dari pos ini terdapat penurunan pendapatan lainnya 65,6% menjadi Rp694 miliar. Adapun beban bunga dan premi naik lebih besar, yakni 17,8% menjadi Rp4,87 triliun.Hilangnya pendapatan extraordinary dari penjualan saham Garuda tercemin dari penurunan fee based income sebesar 25,5% menjadi Rp2,74 triliun. Garuda semula menjadi debitur bermasalah, sehingga sebagian sahamnya dimiliki Mandiri sebagai kompensasi restrukturisasi kredit.Dirut Bank Mandiri Zulkilfi Zaini mengakui pendapatan dari non recurring fee penjualan Garuda pada tahun lalu berpengaruh terhadap laba tahun ini. Namun, dia mengklaim kinerja perseroan masih positif meskipun pendapatan extraordinary itu hilang.“Jika dibandingkan dengan penurunan laba sebesar Rp400 miliar, sedangkan pendapatan dari Garuda tahun lalu Rp1,4 triliun, kinerja kita masih bagus, karena laba sebelum pajak ada peningkatan 26,9%,” ujarnya dalam paparan publik, sore ini.Dia menyampaikan kinerja positif perseroan terlihat dari pertumbuhan kredit yang mencapai 29,9% atau secara gross ada kenaikan sebesar Rp75,4 triliun menjadi Rp327,2 triliun.Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Mandiri Pahala N. Mansury menyampaikan selain hilangnya pendapatan dari non recurring fee dari penjualan saham Garuda, pendapatan perseroan juga terkoreksi penurunan bunga dari obligasi rekap.“Obligasi rekap kita mengalami penurunan dari sisi tingkat bunganya. Kurang lebih kami perkirakan menurun sampai 150 poin-200 poin dari 2011 sampai dengan rata-rata 2012,” ujarnya.Dia optimistis hilangnya pendapatan extraordinary dan bunga obligasi rekap tidak akan berpengaruh besar terhadap laba perseroan pada tahun ini. Menurutnya, manajemen memiliki sejumlah strategi mengenjot laba.“Ada tiga strategi keuangan, pertama meningkatkan LDR [loan to deposit ratio]. Dalam kurun waktu setahun terakhir meningkat cukup signifikan dari 70% saat ini 80% secara konsolidasi. Kedua meningkatkan komposisi dana murah dari 55,6% menjadi 60,6% dan ditargetkan menjadi 61%-62% tahun ini. Ketiga, menyalurkan kredit pada sektor ritel,” jelasnya.Zulkifli menambahkan saat ini LDR bank only telah mencapai 78,2%, sehingga Bank Mandiri tidak terkena penalty penambahan giro wajib minimum karena rata-rata ideal. Adapun LDR secara konsolidasi mencapai 80%. “Ini LDR tertinggi kami selama ini,” tambahnya. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top