Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKSPANSI BTN: Tiga konsorsium bersaing tangani rights issue

JAKARTA: PT Bank Tabungan Negara Tbk telah meloloskan tiga konsorsium calon penjamin pelaksana emisi penawaran saham terbatas yang direncanakan berlangsung pada semester II tahun ini.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  13:13 WIB

JAKARTA: PT Bank Tabungan Negara Tbk telah meloloskan tiga konsorsium calon penjamin pelaksana emisi penawaran saham terbatas yang direncanakan berlangsung pada semester II tahun ini.

Sumber Bisnis mengungkapkan sejumlah sekuritas BUMN seperti PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas ikut bersaing dalam tender penjamin pelaksana emisi saham terbatas PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang direncanakan meraih dana sekitar Rp2 triliun hingga Rp3 triliun.

"Mereka juga akan menggandeng perusahaan sekuritas asing untuk menangani penjualan saham BTN di luar negeri," ujarnya siang ini, 29 Mei 2012.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan semula ada empat konsorsium perusahaan sekuritas yang mendaftar untuk menangani rights issue perseroan.

"Ada tiga yang lolos dan mereka akan menggandeng perusahaan sekuritas asing untuk membantu penjualan di luar negeri. Ada beberapa nama sekuritas asing yang disebut-sebut akan digandeng oleh mereka [calon penjamin emisi lokal] seperti Morgan Stanley, CIMB Securities, Credit Suisse, dan sejumlah nama lain."BTN memastikan hanya menggelar penawaran saham terbatas sebanyak 10% saham. Padahal, Kementerian BUMN telah menyetujui rencana BTN menggelar penawaran saham terbatas (rights issue) meski jumlah saham pemerintah akan turun dari 72,92% menjadi 60%.

Hal ini disebabkan ada alokasi saham untuk program management employee stock option plan (MESOP) yang akan habis periode waktunya.

 Pada tahun ini, BTN berencana menggelar dua aksi korporasi dalam bentuk rights issue dan penerbitan kredit investasi kolektif efek beragun aset (KTK EBA). KIK EBA yang direncanakan berlangsung padakuartal IV/2012 ditargetkan meraih dana Rp1 triliun.Iqbal menegaskan BTN akan berupaya tetap menjadi  pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Tanah Air dengan kredit tumbuh di atas 25%. "Kami juga berupaya mendongkrak perolehan margin, dengan memperbaiki struktur pendanaan sehingga meningkatkan perolehan dana berbiaya murah.Pada 31 Maret 2012,komposisi kredit perseroan terbesar masih berada pada pembiayaan perumahan dengan porsi 87,5% dan sisanya 12,5% untuk mendukung industri di luar sektorperumahan. Pangsa pasar BTN pada KPR subsidi masih menguasai 99% dari total pemberian KPR bersubsidi.

BTN membukukan aset Rp91,32 triliun, naik 30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp70,2S triliun. Kredit perseroan tumbuh dari Rp59,39 triliun pada triwulan 1/2011 menjadi Rp66,48 triliun pada triwulan 1/2012.(mmh)

 

MORE ARTICLES:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : M. Munir Haikal

Editor : Intan Permatasari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top