Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tax Holiday Bakal Digenjot

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan lebih agresif memberikan insentif tax holiday untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 02 Agustus 2013  |  17:44 WIB
Tax Holiday Bakal Digenjot
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan lebih agresif memberikan insentif tax holiday untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah harus bisa menarik industri hulu untuk memangkas kebutuhan impor industri Indonesia.

Kebutuhan impor bahan baku, jelasnya, dalam 2 tahun terakhir menjadi momok yang mengganjal momentum pertumbuhan Indonesia.

"Harus ada terobosan, kalau perlu, kita memberikan tax holiday yang agak agresif, agak berani, untuk industri berbasis bahan baku," katanya di Kantor Presiden, Jumat (2/8/2013).

Hatta mengatakan saat ini adalah momentum terbaik bagi Indonesia untuk menarik investasi di industri hulu.  Kehadiran industri pengolah bahan mentah di Tanah Air akan mengurangi kebutuhan industri manufaktur atas bahan baku impor.

Selaini itu, industri-industri baru tersebut bisa menyerap produksi bahan mentah di dalam negeri saat pasar ekspor loyo. Salah satu usul Menko adalah meningkatkan persediaan biofuel menjadi 5--10% dari persediaan BBM solar.  "Mumpung harga sedang drop. Harganya itu kan sedikit di bawah harga impor solar," kata Hatta.

 Ekonomi Indonesia pada semester I/2013 hanya tumbuh 5,92% atau di bawah proyeksi Kementerian Keuangan sebesar 6%--6.1%. Pertumbuhan semester I membuat pemerintah pesimistis target pertumbuhan ekonomi 6,3% pada 2013 bisa tercapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi hatta rajasa tax holiday
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top