Tax Holiday Bakal Digenjot

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan lebih agresif memberikan insentif tax holiday untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Demis Rizky Gosta | 02 Agustus 2013 17:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan lebih agresif memberikan insentif tax holiday untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah harus bisa menarik industri hulu untuk memangkas kebutuhan impor industri Indonesia.

Kebutuhan impor bahan baku, jelasnya, dalam 2 tahun terakhir menjadi momok yang mengganjal momentum pertumbuhan Indonesia.

"Harus ada terobosan, kalau perlu, kita memberikan tax holiday yang agak agresif, agak berani, untuk industri berbasis bahan baku," katanya di Kantor Presiden, Jumat (2/8/2013).

Hatta mengatakan saat ini adalah momentum terbaik bagi Indonesia untuk menarik investasi di industri hulu.  Kehadiran industri pengolah bahan mentah di Tanah Air akan mengurangi kebutuhan industri manufaktur atas bahan baku impor.

Selaini itu, industri-industri baru tersebut bisa menyerap produksi bahan mentah di dalam negeri saat pasar ekspor loyo. Salah satu usul Menko adalah meningkatkan persediaan biofuel menjadi 5--10% dari persediaan BBM solar.  "Mumpung harga sedang drop. Harganya itu kan sedikit di bawah harga impor solar," kata Hatta.

 Ekonomi Indonesia pada semester I/2013 hanya tumbuh 5,92% atau di bawah proyeksi Kementerian Keuangan sebesar 6%--6.1%. Pertumbuhan semester I membuat pemerintah pesimistis target pertumbuhan ekonomi 6,3% pada 2013 bisa tercapai.

Tag : Pertumbuhan Ekonomi, hatta rajasa, tax holiday
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top