Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CSUL Finance Berhasil Perkecil Kontribusi Alat Berat Sektor Pertambangan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Chandra Sakti Utama  Leasing (CSUL Finance) berhasil menurunkan kontribusi penyaluran pembiayaan untuk alat berat di sektor pertambangan hingga Agustus 2013.Presiden Direktur CSUL Finance Suwandi Wiratno mengatakan sepanjang
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 17 September 2013  |  18:40 WIB
CSUL Finance Berhasil Perkecil Kontribusi Alat Berat Sektor Pertambangan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Chandra Sakti Utama  Leasing (CSUL Finance) berhasil menurunkan kontribusi penyaluran pembiayaan untuk alat berat di sektor pertambangan hingga Agustus 2013.

Presiden Direktur CSUL Finance Suwandi Wiratno mengatakan sepanjang tahun lalu, kontribusi alat berat sektor pertambangan mencapai 68% dari seluruh pembiayaan yang disalurkan perusahaan.

“Tahun ini memang kami ingin turunkan [porsi pembiayaan alat berat sektor pertambangan],” katanya kepada Bisnis Rabu (17/9/2013).

Pada periode Januari - Agustus 2013, porsi pembiayaan untuk alat berat sektor pertambangan mencapai 57%. Seperti diketahui, lanjutnya, penjualan alat berat sektor pertambangan secara umum memang tengah mengalami kelesuan karena pengaruh anjloknya harga komoditas.

Menurutnya, peningkatan penyaluran pembiayaan alat berat terlihat pada sektor lain yaitu konstruksi, pertanian dan kehutanan. Dia mengatakan, meningkatnya penyaluran pembiayaan alat berat di sektor konstruksi karena didukung oleh menjamurnya pembangunan jalan serta properti.

CSUL Finance mencatat penyaluran pembiayaan pada periode Januari – Agustus 2013 sebesar Rp1,3 triliun atau turun tipis 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp1,35 triliun.

“Kita sebenarnya tahun ini menargetkan [penyaluran pembiayaan] antara tumbuh flat sampai dengan tumbuh 5%, “ katanya.

Tahun lalu, perusahaan membukukan penyaluran pembiayaan Rp1,8 triliun, sementara tahun ini ditargetkan mencapai Rp1,8 triliun - Rp1,9 triliun.

Penjualan alat berat secara umum sepanjang tahun ini diprediksikan memang mengalami penurunan.“Kita mau bikin [target penyaluran pembiayaan] flat sebenernya udah lebih baik kan,“ katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat berat sektor tambang csul
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top