Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kaji Penggabungan BUMN Farmasi, Kimia Farma Tunjuk Mandiri Sekuritas

PT Kimia Farma (Persero) Tbk. menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai penasihat keuangan (finansial advisor) dalam rencana penggabungan atau konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) sektor farmasi antara perseroan dengan PT Indofarma (Persero) Tbk.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 26 Maret 2014  |  20:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Kimia Farma (Persero) Tbk. menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai penasihat keuangan (finansial advisor) dalam rencana penggabungan atau konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) sektor farmasi antara perseroan dengan PT Indofarma (Persero) Tbk.

Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman menuturkan perseroan menargetkan kajian mengenai konsolidasi BUMN sektor farmasi itu bisa rampung pada akhir bulan depan.

Menurutnya, kajian penting yang dilakukan perseroan adalah mencari opsi konsolidasi yang tidak melibatkan banyak institusi karena dikhawatirkan membuat pelaksanaannya akan kembali molor.

“Kini kami bekerja dengan opsi alternatif yang berbeda dari opsi terdahulu. Namun, opsi yang lama juga tetap dipertimbangkan,” tegasnya di sela-sela rapat umum pemegang saham (RUPS) di Jakarta, Rabu (26/3/2014).

Sebagai informasi, pergantian jajaran direksi Indofarma yang diisi oleh 'orang-orang' Kimia Farma diharapkan mampu mempercepat proses penggabungan atau konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) sektor farmasi yang diinisiasi pemerintah.

Kimia Farma diminta Kementerian BUMN untuk segera merealisasikan rencana yang mulai dihembuskan sejak 2005 lalu itu.

“Memang ada inisiatif untuk mempercepat [konsolidasi BUMN farmasi]. Salah satunya dengan ini [masuknya direksi Kimia Farma ke Indofarma],” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, perseroan sedang melakukan kajian untuk mencari skema yang terbaik guna merealisasikan rencana tersebut, dengan .

Sebagai informasi, Kementerian BUMN memberhentikan seluruh jajaran direksi Indofarma yang berjumlah empat orang, yakni Elviano Rizaldi (Direktur Utama), John Guntar Sebayang (Direktur Keuangan), Bambang Solihin Irianto (Direktur), dan Kosasih (Direktur).

Padahal, Elviano baru menjabat Direktur Utama pada RUPS tahun lalu, menggantikan posisi yang ditinggalkan Djakfarudin Yunus.

Jajaran direksi Indofarma diganti oleh sejumlah nama dari Kimia Farma yang berjumlah tiga orang, Arief Budiman yang ditunjuk menjabat sebagai Direktur Utama serta Syamsul Hadi dan M. Umar Said yang menjabat sebagai direktur.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

holding farmasi kimia farma
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top