Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HOLDING BUMN: Laba PTPN 1-14 Ditarget Rp3,18 Triliun

Setelah keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) holding badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan pelat merah perkebunan ditarget dapat meraup laba Rp3,18 triliun tahun ini.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 23 September 2014  |  13:31 WIB
HOLDING BUMN: Laba PTPN 1-14 Ditarget Rp3,18 Triliun
Perkebunan kopi milik PTPN - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Setelah keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) holding badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan pelat merah perkebunan ditarget dapat meraup laba Rp3,18 triliun tahun ini.

Dikutip Bisnis.com, dari laman resmi Kementerian BUMN, Selasa (23/9/2014), disebutkan bahwa target laba perusahaan perkebunan dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) 2014 turun dari RKAP tahun lalu yang mencapai Rp4,06 triliun.

Total aset BUMN perkebunan pada 2012 mencapai Rp61,07 triliun dengan prognosa pada 2013 sebesar Rp65,22 triliun. Sedangkan RKAP 2014 ditargetkan aset dapat mencapai Rp77,59 triliun.

Adapun total ekuitas BUMN perkebunan pada 2012 mencapai Rp21,32 triliun dan pada prognosa 2013 sebesar Rp21,23 triliun. Sedangkan pada RKAP 2014 ditargetkan ekuitas dapat mencapai Rp23,72 triliun.

Dalam RKAP tahun ini, BUMN perkebunan ditargetkan dapat meraih penjualan sebesar Rp53,51 triliun. Sementara laba tahun berjalan BUMN perkebunan ditargetkan dapat mencapai Rp3,18 triliun, turun dari RKAP tahun lalu Rp4,06 triliun.

Dari sisi belanja modal (capital expenditure/Capex), BUMN perkebunan pada RKAP tahun ini dialokasikan sebesar Rp11,51 triliun, turun dari RKAP tahun lalu Rp16,34 triliun. Tercatat capex PTPN III sebesar Rp2,34 triliun, PTPN IV Rp1,6 triliun dan PTPN VII Rp1,2 triliun, menjadi yang terbesar dibanding BUMN perkebunan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

holding bumn
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top