Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KREDIT PERBANKAN: DPR Minta Bank BUMN Turunkan Suku Bunga Kredit

Bank-bank BUMN diharapkan bisa menurunkan suku bunga kredit, yang hingga saat ini terbilang masih cukup tinggi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 September 2014  |  17:38 WIB
KREDIT PERBANKAN: DPR Minta Bank BUMN Turunkan Suku Bunga Kredit
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank-bank BUMN diharapkan bisa menurunkan suku bunga kredit, yang hingga saat ini terbilang masih cukup tinggi.

Langkah itu diharapkan dapat ikut memicu bank lainnya melakukan hal serupa.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan tingkat bunga bank BUMN sebagai market leader industri perbankan nasional tergolong tinggi sehingga memberi kesan pemerintah tidak peduli dengan pengembangan ekonomi rakyat.

Padahal, ujarnya, masih banyak masyarakat yang belum mendapat akses ke perbankan. Bahkan dalam satu kesempatan dia menyatakn angka tersebut mencapai 67%.

“Mana peduli mereka. Kalau bank BUMN menurunkan bunga maka bank lain akan ikut, masyarakat akan mudah mengaksesnya,” ujar Harry di sela-sela seminar bertema Harmonisasi Regulasi Sektor Keuangan dan Optimalisasi Peran OJK, Selasa (23/9/2014).

"Suku bunga kredit perbankan memang menurun," ujarnya.

Namun, penurunan tersebut tidak signifikan mengikuti penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Sementara terkait peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawasi perbankan nasional, lebih jauh politisi Partai Golkar tersebut menyebutkan bahwa berdasarkan Undang-undang, peran lembaga itu sudah cukup kuat.

Begitu juga dengan kinerja yang cukup baik setelah dibentuknya semacam call center untuk menerima pengaduan masyarakat.

Hanya saja dia tidak mau berkomentar soal harapannya kepada pemerintahan baru terkait pengawasan perbankan di Indonesia.

Dia berharap kewenangan yang bahkan melebihi peran bank sentral itu bisa dimanfaatkan dengan baik.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Syarkawi Rauf mengakui bahwa industri perbankan nasional belum efisien.

Menurutnya, industri perbankan nasional masih mempunyai struktur oligopoli. Sedangkan pada sisi lain suku bunga perbankan di Indonesia masih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Semua faktor tersebut, ujarnya, sangat berpengaruh nantinya pada daya saing nasional terutama dalam menghadapi era keterbukaan pasar Asean.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit perbankan
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top