Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rupiah Rontok, Jokowi Gelar Ratas Mendadak

Presiden Joko Widodo mengadakan rapat terbatas secara mendadak untuk membicarakan nilai tukar rupiah yang terdepresiasi terhadap dollar Amerika Serikat Rabu (11/3/2015) petang.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 11 Maret 2015  |  17:27 WIB
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bidang perekonomian, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2015). - Setpres/Cahyo
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bidang perekonomian, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2015). - Setpres/Cahyo

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengadakan rapat terbatas secara mendadak untuk membicarakan nilai tukar rupiah yang terdepresiasi terhadap dollar Amerika Serikat Rabu (11/3/2015) petang.

Rapat dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dan Seskab Andi Widjajanto.

Dalam pernyataan pembuka ratas, Presiden mengatakan secara umum akan dibahas perekonomian gobal yang pastinya berhubungan dengan kurs rupiah.

Meskipun terjadi pelemahan rupiah terhadap mata uang negeri Paman Sam, secara fundamental kondisi perekonomian Indonesia cukup baik. Hal itu juga didukung harga saham gabungan yang terus membaik.

Kemudian dengan kelonggaran ruang fiskal lebih baik dibandingkan periode pemerintahan sebelumnya, Jokowi yakin bahwa target pertumbuhan ekonomi 5,7% tahun ini bisa diraih.

"Kita semuanya harus optimis bahwa tahun ini ekonomi kita akan tumbuh lebih baik, tapi kita harus tetap hati-hati," kata Jokowi.

Dalam pertemuan ini presiden ingin mendengar langsung keterangan dari Menteri dan kepala lembaga terkait. Tadi malam Jokowi juga sudah melakukan pertemuan serupa di Istana Merdeka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nilai tukar rupiah rapat kabinet
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top