Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kebijakan LTV Efektif Tekan Jumlah Spekulan Properti

Bank Indonesia menilai penerapan kebijakan loan to value (LTV) pada kredit pemilikan rumah (KPR) efektif menekan tingkat spekulasi di sektor properti.

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia menilai penerapan kebijakan loan to value (LTV) pada kredit pemilikan rumah (KPR) efektif menekan tingkat spekulasi di sektor properti.

Dalam Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) edisi Maret 2015 yang baru diterbitkan BI terungkap pangsa debitur yang memiliki KPR lebih dari satu hanya 6,8% di akhir 2014. Angka ini turun dari 18,9% pada 2013 dan 27% pada 2012.

Menurut BI, debitur yang memiliki KPR lebih dari satu merupakan indikasi motif spekulasi. Sebagaimana diketahui, sejak Juni 2012 BI membatasi uang muka KPR sebesar 20%-30% untuk tipe rumah di atas 70 meter persegi.

Kemudian, aturan ini diperketat sejak September 2013 di mana besaran uang muka semakin besar untuk setiap fasilitas KPR tambahan.

Di samping menekan spekulasi, kebijakan LTV juga dinilai bisa mengendalikan pertumbuhan kredit properti sehingga mitigasi risiko di sektor ini lebih terjaga.

Per Desember 2014, pertumbuhan KPR mencapai 11,56%, sejalan dengan pertumbuhan kredit secara industri yang mencapai 11,89%.

Sebelum LTV diterapkan, pertumbuhan KPR mencapai 40,64% pada April 2011, jauh di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri sebesar 24,03%.

Di sisi lain, penurunan tingkat spekulasi berimbas pada peningkatan permintaan KPR untuk segmen menengah bawah. Data BI menunjukkan, pangsa KPR kelas bawah mencapai 63,41% pada Desember 2014, meningkat dari posisi Desember 2012 sebesar 60,74%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rivki Maulana
Editor : Yusran Yunus

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper