BNI Syariah Tunda Peluncuran Laku Pandai Tahun Ini

Direktur Bisnis BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan target peluncuran Laku Pandai belum bisa direalisasikan pada tahun ini mengingat informasi teknologi (IT) platform yang akan diluncurkan sama dengan IT induk usaha yakni PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk.n
Novita Sari Simamora | 02 Juni 2015 23:38 WIB
Direktur Bisnis BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan target peluncuran Laku Pandai belum bisa direalisasikan pada tahun ini mengingat informasi teknologi (IT) platform yang akan diluncurkan sama dengan IT induk usaha yakni PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktur Bisnis BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan target peluncuran Laku Pandai belum bisa direalisasikan pada tahun ini mengingat informasi teknologi (IT) platform yang akan diluncurkan sama dengan IT induk usaha yakni PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk.

"Belum tahun ini, BNI Syariah meluncurkan induk, mengingat IT platform yang digunakan sama," ucapnya pada Bisnis via ponsel, baru-baru ini.

Kini OJK terus mendorong perbankan syariah untuk ikut dalam program yang bertujuan menyediakan akses keuangan bagi masyarakat di wilayah remote ini. Perseroan telah berdiskusi dengan pihak otoritas terkait dengan rencana tersebut.

Sebelum BNI Syariah meluncurkan program Laku Pandai, kata Imam, BNI akan meluncurkan program tersebut di pada Juni 2015. Adapun rencana peluncuran Laku Pandai BNI yakni akan digelar di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan akan ada tiga bank umum syariah yang meluncurkan layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka inklusif keuangan pada tahun ini.

Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK Mulya Siregar mengungkapkan tiga bank tersebut telah memasukkan program tersebut dalam rencana bisnis bank (RBB) 2015. Adapun tiga bank syariah yang dimasuk adalah PT BNI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank Mualamat Indonesia.

"Mereka akan melakukan implementasi Laku Pandai, waktu detail belum tahu kapan tetapi akan tetap di 2015," ungkapnya.

Irwan menuturkan masih sangat dimungkin jika satu agen menjadi agen dari dua bank mulai yang terdiri dari bank konvensional dan bank syariah.

Tag : bni syariah
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top