Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

19 Tahun Melantai di Bursa, BNI Catat Kontribusi Signifikan

Selama 19 tahun, emiten berkode BBNI ini mencatatkan kontribusi dividen sebanyak Rp17,17 triliun, di mana Rp12,70 triliun di antaranya turut menopang beragam program pembangunan pemerintah melalui setoran dividen di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.nn
Ihda Fadila
Ihda Fadila - Bisnis.com 25 November 2015  |  14:27 WIB
19 Tahun Melantai di Bursa, BNI Catat Kontribusi Signifikan
ATM Bank BNI - JIBI/Rahmatullah
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA—Setelah 19 tahun melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau sejak 25 November 1996, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. berupaya memberi kontribusi signifikan kepada negara.

Selama 19 tahun, emiten berkode BBNI ini mencatatkan kontribusi dividen sebanyak Rp17,17 triliun, di mana Rp12,70 triliun di antaranya turut menopang beragam program pembangunan pemerintah melalui setoran dividen di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

“Hari ini, 19 tahun yang lalu, BNI mencatat sejarah dengan menjual saham perdananya kepada masyarakat melalui Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. BNI menjadi bank negara pertama yang go public,” kata Ahmad Baiquni, Direktur Utama BNI, Rabu (25/11/2015).

Dalam rentang waktu 19 tahun ini, BBNI telah mampu mencatatkan pertumbuhan aset 13 kali lipat lebih besar, yaitu dari Rp34,88 triliun saat IPO menjadi lebih dari Rp450 triliun per September 2015.

Kemudian, penyaluran kredit ke masyarakat pun meningkat 13 kali lipat menjadi lebih dari Rp300 triliun dibandingan dengan saat IPO. Penghimpunan dana di BBNI pun terus tumbuh hingga 18 kali lipat menjadi sekitar Rp350 triliun.

Ditopang kinerja keuangan yang bertumpu pada dua sektor, yaitu Business banking dan consumer retail, pada akhir 2014 BBNI membukukan peningkatakan laba bersih 32 kali lipat, yaitu sekitar Rp11 triliun dibandingkan dengan pada akhir 1996 saat IPO sebesar Rp335 miliar.

Harga saham dan laba per lembar pun melonjak 7 kali lipat. Saham BBNI juga masuk dalam saham yang diperdagangkan pada Indeks LQ-45, Indeks Kehati dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) Index, sehingga saham BBNI selalu diperhatikan oleh investor lokal dan asing.

Pada perdagangan kemarin, Selasa (24/11/2015), saham BBNI ditutup pada posisi Rp5.150 atau dengan Price to Book Value (PBV) pada level 1,52 kali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbni
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top