Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OJK: Pertumbuhan Reksadana Syariah Kurang Menggembirakan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pertumbuhan reksadana berbasis syariah kurang menggembirakan.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 30 Maret 2016  |  13:35 WIB
Reksa Dana Jeblok.  - Bisnis.com
Reksa Dana Jeblok. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pertumbuhan reksadana berbasis syariah kurang menggembirakan.

Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, mengatakan dari seluruh reksadana saat ini, baru 97 produk atau 8,58% yang masuk kategori syariah.

Total nilai aktiva bersih hanya Rp9,54 triliun atau sekitar 3% dari nilai aktiva bersih seluruh reksadana di Indonesia sebesar Rp270 triliun. Sebaliknya, perkembangan investasi saham syariah di Bursa Efek Indonesia positif.

Menurut Nurhaida, sebanyak 336 emiten atau sekitar 57% dari total 581 emiten sudah berbasis syariah. Total kapitalisasi pasar mencapai Rp2.800 triliun.

“Perkembangan investasi berbasis syariah di bursa Indonesia cukup positif. Pertumbuhan pasar modal syariah sebesar 12% hingga 15% dari tahun ke tahun cukup menjanjikan,” tutur Nurhaida, Rabu, (30/3/2016).

Dia menilai peluang bagi investasi syariah, dalam bentuk reksadana dan saham, besar di Indonesia. Saat ini sebanyak 34 manajer investasi mengelola reksadana syariah.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

syariah reksadana ojk otoritas jasa keuangan nurhaida saham syariah
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top