Bank Indonesia: Transaksi Nontunai Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Daerah

Penerapan transaksi non tunai secara masif dinilai dapat memberikan dampak positif bagi pekembangan perekonomian daerah.
Asteria Desi Kartika Sari | 02 Juni 2016 20:24 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Penerapan transaksi nontunai secara masif dinilai dapat memberikan dampak positif bagi pekembangan perekonomian daerah.

Kepala Kantor Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta Donni P Joewono dampak dari trasaksi nontunai tersebut, lanjut Donni, yakni dapat meningkatkan  efisiensi pendapatan daerah, menghindari korupsi dan juga menekan  kebocoran anggaran.

" Tentu saja ada potensi penghematan, kurang lebih Rp7 triliun apalagi dapat menekan biaya pencetakan uang yang sangat tinggi," kata Donni kepada Bisnis usai meluncurkan Kartu Multi Fungsi Jakarta One, Jakarta, Kamis (2/6/2016)

Lebih lanjut, sebagai mitra strategis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Doni menuturkan dengan adanya penerapan transaksi nontunai tersebut dapat menekan biaya mencetak uang.

Donni meyakini akan ada banyak hal positif yang akan diperoleh apabila Pemprov DKI dapat konsisten secara terus menerus menerapkan transaksi nontunai secara meluas.

"Nantinya diharapkan semua akan bisa transaksi secara nontunai untuk efisiensi pembayaran, tapi untuk saat ini kartu Jakarta One baru dapat digunakan untuk transportasi transjakarta dan retribusi rusun,BPJS," ujarnya.

Setelah itu ditargetkan pada 2019 Kartu Jakarta One dapat digunakan untuk pembayaran pajak, pembayaran ritel di supermarket dan minimarket, serta pembayaran keperluan publik seperti bayar air, listrik dan gas.

Tag : bank indonesia
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top