Tambah Anak Usaha, BTN Targetkan Akuisisi Asuransi Tuntas Tahun Ini

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. semakin dekat untuk merampungkan kepemilikan anak usaha asuransi. Adapun, rencana dua anak usaha lainnya, sekuritas dan pembiayaan masih menunggu kepastian realisasi holding bank BUMN.
Surya Rianto | 19 April 2017 21:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. semakin dekat untuk merampungkan kepemilikan anak usaha asuransi. Adapun, rencana dua anak usaha lainnya, sekuritas dan pembiayaan masih menunggu kepastian realisasi holding bank BUMN.

Direktur Keuangan Bank Tabungan Negara Iman Nugroho Soeko mengatakan, untuk rencana anak usaha asuransi, perseroan sudah setuju dengan Jasindo terkait kepemilikan bersama perusahaan asuransi jiwa tersebut.

“Kalau terkait dana untuk akuisisi asuransi itu sudah ada, tetapi belum bisa disebutkan. Nanti, kami lihat kebutuhan minimal asuransi untuk nilai awalnya, setelah itu kami akan masuk secara bertahap,” ujarnya pada akhir pekan lalu.

Dalam aksi akuisisi asuransi itu, bank dengan kode BBTN itu akan memegang kepemilikan saham mayoritas.

Iman menjelaskan, kemungkinan di atas 50% karena keberadaan asuransi ini untuk menangkap captive market nasabah kredit pemilikan rumah (KPR) dari perseroan.

“Kami berharap sih akuisisi asuransi itu bisa dirampungkan tahun ini, mudah-mudahan tidak perlu menunggu holding bank BUMN selesai,” jelasnya.

Di sisi lain, rencana perseroan untuk menambah anak usaha di bidang sekuritas dan pembiayaan masih menunggu realisasi holding bank BUMN.

Bila holding bank rampung, perseroan akan mengakuisisi PT Danareksa Sekuritas dan PT Danareksa Finance.

Iman menyebutkan, sampai saat ini proses akuisisi dua anak usaha PT Danareksa (Persero) itu baru sampai due to dilligent sehingga belum tahu detail terkait potensi nilainya.

“Intinya, untuk rencana penambahan anak usaha sudah ada dana sekitar Rp700 miliar, nanti dilihat berapa kebutuhannnya untuk masing-masing bidang,” sebutnya.

Adapun, rencana akuisisi anak usaha pada bidang sekuritas dan pembiayaan itu juga sesuai dengan kebutuhan perseroan.

Terkait dengan sekuritas, perseroan memiliki kebutuhan cukup besar karena setiap tahun bank yang fokus pada KPR itu kerap menerbitkan surat berharga seperti obligasi sampai sertifikat deposito atau negotible certificate deposit (NCD) dalam jumlah yang cukup besar.

Adapun, untuk perusahaan pembiayaan dibutuhkan perseroan untuk bisa menangkap pasar KPR dengan karakter nasabah pendapatan tidak tetap.

Iman menyebutkan, karakter nasabah dengan pendapatan tidak tetap itu akan cukup sulit untuk mendapatkan KPR lewat skema bank karena punya regulasi yang sangat ketat, sedangkan bila lewat perusahaan pembiayaan punya peluang mendapatkan akses lebih besar.

“Soalnya, aturan di perusahaan pembiayaan lebih longgar. Walaupun, saat ini Danareksa Finance melayani nasabah wholesale bukan ritel,” sebutnya.

Tag : btn
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top