KINERJA DANA PENSIUN: Kinerja Industri Bakal Dipacu

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menegaskan bakal memacu kinerja industri dana pensiun nasional yang bertumbuh lambat.
Oktaviano DB Hana | 25 April 2017 13:36 WIB

Oktaviano DB Hana

 

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menegaskan bakal memacu kinerja industri dana pensiun nasional yang bertumbuh lambat.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto menjelaskan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan industri dana pensiun sehingga mampu memberikan kenaikan kesejahteraan yang layak bagi pekerja, baik pada saat aktif bekerja maupun di hari tua.

“Pertumbuhan industri dana pensiun masih begitu lambat. OJK sangat berkepentingan untuk memfasilitasi perkembangan industri dana pensiun ke depannya,” kata Rahmat saat membuka seminar, Selasa (25/4/2017).

Rahmat menjelaskan, pertumbuhan aset industri dana pensiun meningkat dari 7,06% pada 2015 menjadi 15,5% pada tahun lalu. Pertumbuhan itu dinilai masih relatif kecil. Padahal, jelasnya, Undang-Undang Dana Pensiun sudah 25 tahun diterbitkan.

Untuk itu, sambung dia, OJK melihat perlu upaya bersama dengan sejumlah pemangku kepentingan lain untuk menyikapi tumpang tindih kerangka peraturan terkait kesejahteraan pekerja dan bersama-sama melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap program pensiun agar dapat bersinergi dengan program kesejahteraan lain bagi para pekerja.

OJK pun pada hari ini menyelenggarakan seminar internasional dana pensiun bertajuk 25 Years Of Pension Savings – Way Forward For Next Quarter Century.

“Seminar ini diharapkan bisa menjadi tempat untuk mendapatkan masukan dan bertukar pikiran untuk memajukan industri Dana Pensiun Indonesia,” katanya.

Menurut data OJK per 31 Desember 2016, aset IKNB sebesar Rp1.909,26 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 13,64% dibandingkan total aset tahun 2015. Industri Dana Pensiun mampu memberikan kontribusi sebesar 12,5% atau sekitar Rp238,3 triliun.

Jumlah peserta Dana Pensiun di Indonesia adalah 4,47 jutaorang atau mencapai 6,37% dari total tenaga kerja di Indonesia. Sementara total aset hingga Februari 2017 mencapai Rp244,26 triliun, meningkat dibanding Desember 2016 sebesar Rp238,3 triliun.

Kemudian, jumlah peserta jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan per 31 Desember 2016 sebesar 9,13 juta orang dengan total aset Rp13,8 triliun per 28 Februari 2017.

Adapun agenda seminar pada hari pertama adalah: Evalution Pension System - Indonesia Contex, Delivering Pension and SavingScheme Coverage to the Informal Sector, dan Fiscal and Other Incentives for Pension and Saving Schemes.

Agenda hari kedua seminar membahas: Harmonization in Regulatory Framework for Pension and Savings-Mandatory vs Voluntary, Governance for Public and Private Pension Schemes dan Challenges and Issues in Managing Investment of Mandatory and Voluntary Pension Schemes.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari World Bank,Pinbox Solutions (India), World Bank Consultant (formerAPRA), MPFA Hong Kong, Kementrian Keuangan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (PDPLK), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), dan PT Willis Towers Watson.

Tag : dana pensiun
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top