Pemerintah Korea Selatan Promosikan Asuransi Cyber

Kementerian Ilmu Pengetahuan, ICT & Future Planning telah menandatangani sebuah kesepakatan penelitian yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan pasar asuransi cyber dalam negeri yang pada tahap yang baru diperkirakan diperkirakan sebesar KRW30 miliar (US $ 26,4 juta).
Asteria Desi Kartika Sari | 22 Juni 2017 13:12 WIB
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, KOREA SELATAN - Kementerian Ilmu Pengetahuan, ICT & Future Planning telah menandatangani sebuah kesepakatan penelitian yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan pasar asuransi cyber dalam negeri yang diperkirakan KRW30 miliar (US$26,4 juta).

Bisnis Korea yang mengutip Asia Insurance Review, menulis kesepakatan itu ditandatangani dengan Konsorsium Tim Tanggap Darurat Komputer pekan lalu. Sejauh ini, hanya segelintir perusahaan asuransi seperti AIG dan Samsung Fire & Marine Insurance yang merilis sejumlah kecil produk asuransi cyber dasar untuk mengimbangi kerusakan dan kerugian akibat hacking dan sebagainya.

Beberapa pemain menunjukkan bahwa bisnis mungkin kurang memperhatikan investasi mereka dalam keamanan setelah mengeluarkan polis asuransi maya.

Dalam hal ini, Kementerian berencana untuk menghubungkan perusahaan asuransi dengan penyedia layanan keamanan informasi dan memberikan insentif kepada pemegang polis. Diskon premi asuransi bagi mereka yang berpartisipasi dalam sistem manajemen keamanan informasi sedang dikaji walaupun ini adalah masalah yang harus ditentukan oleh masing-masing perusahaan asuransi.

Saat ini, berdasarkan Undang-Undang Penggunaan dan Perlindungan Informasi Kredit, lembaga keuangan di Korea Selatan diharuskan untuk memelihara asuransi kewajiban sehubungan dengan kebocoran informasi pribadi dan batasannya adalah KRW2 miliar, KRW1 miliar dan KRW0,5 miliar, tergantung pada ukuran Institusi.

Sumber : www3.asiainsurancereview.com

Tag : asuransi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top