Penjaminan Kredit Jamkrindo Capai 63,47%

Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia atau Jamkrindo sampai dengan Juli 2017 telah merealisasikan penjaminan kredit hingga 63,47% dari total target yang telah ditetapkan.
Denis Riantiza Meilanova | 20 Agustus 2017 21:12 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com,JAKARTA--Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia atau Jamkrindo sampai dengan Juli 2017 telah merealisasikan penjaminan kredit hingga 63,47% dari total target yang telah ditetapkan.

Tercatat pada awal kuartal III/2017, volume penjaminan kredit Jamkrindo telah mencapai Rp82,52 triliun. Sementara target penjaminan kredit yang dipatok perusahaan hingga akhir tahun ini adalah senilai Rp130 triliun.

Tanpa menyebut angka, Direktur Jamkrindo Bakti Prasetya mengklaim realisasi per Juli 2017 tersebut tumbuh signifikan dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Meski penyaluran KUR [Kredit Usaha Rakyat] terlambat dua bulan, tapi secara yoy [year-on-year] naik banget itu," ujar Bakti saat dihubungi Bisnis, Minggu (20/8).

Bakti mengatakan terdapat sejumlah faktor yang turut mendorong pertumbuhan, di antaranya penambahan jumlah kantor layanan, digitalisasi layanan yang semakin baik, dan bertambahnya jumlah mitra kerja perusahaan.

Dia berujar bertambahnya jumlah mitra kerja perusahaan tak lain salah satunya, karena jumlah bank yang memanfaatkan jasa penjaminan kian bertambah. Dia menyebutkan pembahasan perjanjian kerja sama dengan bank pun terus dilakukan. Selain itu, kata dia, perusahaan pembiayaan atau multifinance juga semakin banyak yang mulai melakukan kerja sama dengan Jamkrindo.

“Yang paling banyak saat ini bertambahnya multifinance dan mulai banyak juga kerja sama dengan Telkom, pabrikan semen, pabrik pupuk, dan masih banyak lagi,”katanya.

Lebih lanjut, Bakti mengatakan pertumbuhan penjaminan kredit pada Juli 2017 tersebut ditopang dari bisnis penjaminan non KUR yang berkontribusi sebesar 64,97% terhadap total jumlah penjaminan kredit.

Jumlah penjaminan kredit non KUR per Juli 2017 mencapai Rp53,62 triliun atau telah mencapai 67% dari target sepanjang tahun ini, yaitu senilai Rp80 triliun. Bakti mengatakan realisasi tersebut tumbuh double digit bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan jumlah penjaminan kredit KUR mencapai Rp28,89 triliun atau 57,78% dari target yang dipasang senilai Rp50 triliun.

Di sisi lain, pada bulan ke tujuh tahun ini, Jamkrindo juga berhasil mencetak laba sebelum pajak (EBT) senilai Rp 424,52 miliar atau 42,7 % dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) laba/rugi sebelum pajak tahun 2017 senilai Rp993,4 miliar.

Dari sisi jumlah aset perusahaan per 31 Juli 2017 juga meningkat 6,37% atau menjadi Rp14,26 triliun dibandingkan dengan posisi Desember 2016 senilai Rp13,41 triliun. Sedangkan jumlah modal (ekuitas) perusahaan mencapai Rp10,66 triliun atau meningkat 3,52% dibandingkan dengan posisi Desember 2016 senilai Rp10,3 triliun.

Sementara itu, Jamkrindo tahun ini juga turut serta dalam menyukseskan program Kementerian BUMN melalui kegiatan-kegiatan program BUMN hadir untuk negeri. Tahun ini Jamkrindo turut serta berpartisipasi aktif dengan menjadi koordinator dalam Program BUMN Hadir Untuk Negeri yang dipusatkan di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Adapun kegiatan yang sudah dilaksanakan, antara lain Siswa Mengenal Nusantara (SMN), Bedah Rumah Veteran (BRV), serta kegiatan Jalan Sehat bersama dan puncaknya adalah upacara bendera memperingati HUT RI ke 72 sebagai perwujudan kehadiran BUMN untuk hadir di tengah-tengah masyarakat seperti yang diamanatkan oleh Kementerian BUMN.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jamkrindo

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup