Program Prolanis Bantu Peserta 'Happy' Hadapi Penyakit

Bisnis.com, BANDUNG--Nanan Gunawan (68), peserta Club Prolanis Medika Antapani, mengaku bahwa program Prolanis BPJS Kesehatan sangat membantunya dalam menghadapi penyakit hipertensinya.\n\n
Denis Riantiza Meilanova | 14 September 2017 21:12 WIB
Calon peserta BPJS Kesehatan antre menunggu penyelesaian adminitrasi di kantor BPJS Lhokseumawe, Aceh, Senin (15/5). - Antara/Rahmad

Bisnis.com, BANDUNG--Nanan Gunawan (68), peserta Club Prolanis Medika Antapani, mengaku bahwa program Prolanis BPJS Kesehatan sangat membantunya dalam menghadapi penyakit hipertensinya.

Dia mengatakan bahwa dirinya mendapat banyak manfaat dengan menjadi peserta club Prolanis. Dia menjadi lebih paham dengan penyakit yang dideritanya.

"Saya dibina oleh dokter umum sehingga kami sebagai peserta prolanis menjadi tahu apa penyakit yang kami idap dan tahu harus diapakan,"ujar Nanan saat menjadi salah satu pembicara dalam Diskusi Media BPJS Kesehatan di Bandung, Kamis, (14/9/2017).

Berkat pemahaman yang lebih mendalam tentang penyakitnya tersebut, Nanan menjadi lebih tenang dan dapat lebih menikmati hidupnya dengan gembira.

"Walaupun berpenyakit kami bisa happy dengan mengetahui persis bagaimana penyakit kami," kata dia.

Prolanis atau Program Pengelolaan Penyakit Kronis merupakan salah satu program promotif dan preventif yang memberikan manfaat bagi peserta JKN-KIS khususnya peserta yang menderita penyakit kronis.

Prolanis dikembangkan secara khusus di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dimana mereka akan mengajak peserta penyandang diabetes melitus (DM) maupun hipertensi untuk dapat bekerja bersama-sama dalam mengelola penatalaksanaan kesehatan yang baik sehingga diharapkan akan menghasilkan kualitas hidup yang optimal walaupun memiliki penyakit DM ataupun hipertensi.

Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Afrizayanti mengatakan

fenomena DM dan hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dijumpai pada masyarakat. Saat seseorang mengalaminya maka akan menjadi bingung, terpukul dan merasa terasing serta menimbulkan depresi. Hal tersebut karena pemahaman yang kurang terhadap penyakit tersebut.

"Pada keadaan tersebut dibutuhkan dukungan dari keluarga dan lingkungannya agar penyandang memahami secara jelas permasalahan dan jalan keluarnya," kata Afrizayanti.

Dia berharap prolanis dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian peserta dalam upaya memulihkan penyakit dan mencegah timbulnya komplikasi penyakit kronis serta meningkatkan status kesehatan bagi peserta Prolanis.

Adapun aktivitas Prolanis diantaranya, konsultasi medis, senam prolanis atau edikasi klub Prolanis, pemantauan status kesehatan berupa Pemeriksaan rutin setiap bulan (GDP/GDPP), Pemeriksaan rutin 3 sampai 6 bulanan (HbA1c), Pemeriksaan rutin 6 bulanan kimia darah (microalbuminuria, ureum, kreatinin, kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL dan trigliserida), lalu terdapat kegiatan home visit, pelayanan obat, mentoring spesialis, dan reminder (melalui SMS gateaway).

Tag : bpjs kesehatan
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top