2017, BJB Raup Laba Bersih Rp1,6 Triliun

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) menutup 2017 dengan pencapaian hasil positif yang mana berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun atau tumbuh 1,5% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya.
Puput Ady Sukarno | 15 Februari 2018 23:05 WIB
Karyawan melayani nasabah di Kantor Bank BJB Cabang Tamansari, Bandung, Jawa Barat. - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) menutup 2017 dengan pencapaian hasil positif yang mana berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun atau tumbuh 1,5% dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya.

"Menutup 2017, BJB berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun, tumbuh 1,5%," ujar Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan, di sela acara Analyst Meeting Bank BJB di Ritz Chalton, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Menurutnya pencapaian tersebut didorong peningkatan penyaluran kredit 12% year on year dengan nilai sebesar Rp70,7 triliun.

Ahmad menerangkan bahwa dari sisi pertumbuhan kredit, kontribusi terbesar masih berasal dari segmen kredit konsumer yang tumbuh 6,5%.

Sementara pendorong utama pertumbuhan kredit konsumer yang merupakan pilar utama bisnis kredit BJB tersebut sebagai akibat dari meningkatnya pertumbuhan kredit pensiunan yang naik menjadi Rp10,1 triliun.

Namun demikian, kendati mencatat pertumbuhan kredit yang baik, tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) berhasil diturunkan 18 basis point dibanding tahun sebelumnya, sehingga hanya menjadi sebesar 1,51%.

"Tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) kembali berhasil diturunkan menjadi sebesar 1,5%, turun sebesar 18 basis point dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.

Adapun total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp81 triliun tumbuh sebesar 11,2% y-o-y. Selain itu fee based income juga mengalami kenaikan sebesar 24,5% y-o-y.

Kemudian dengan kinerja yang baik pada 2017 tersebut, total aset menjadi sebesar Rp108,4 triliun atau tumbuh 13,1% ( y-o-y).

Saat ini Bank BJB berada di peringkat 13 dan terbesar diminimalisirl hal tersebut sebaga bukti bahwa bank bjb terus tumbuh dan berkemban untuk mewujudkan visi bank bjb untuk menjadi 10 bank terbesar Indonesia.

Menurutnya kinerja saham bank bjb (BJBR) yang stabil selama 2017 itu telah membawa BJBR masuk ke dalam perhitungan indeks LQ-45. Salah satu tolak ukur dalam perhitungan indeks LQ45 yaitu BJBR merupakan salah satu perusahaan yang mempunyai nilai transaksi tinggi di Bursa Efek Indonesia.

Upaya-upaya yang dilakukan bank bjb dalam mempertahankan konsistensi salah satunya adalah melakukan inovasi dan pengembangan produk guna mempermudah layanan kepada nasabah, salah satunya adalah Samsat bjb, T-Samsat bib adalah layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang bisa dilakukan melalu sistem cicil atau angsur.

Tag : bank bjb
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top