Konsep Likuiditas Bisa Ukur Kesehatan Asuransi Usaha Bersama

Konsep likuiditas dinilai dapat diadaptasikan dalam perngukuran kesehatan asuransi berbentuk usaha bersama atau mutual insurance.
Oktaviano DB Hana | 16 Februari 2018 15:31 WIB
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT Asuransi Jiwa Bumiputera, di Jakarta, Selasa (7/11/2017). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Konsep likuiditas dinilai dapat diadaptasikan dalam perngukuran kesehatan asuransi berbentuk usaha bersama atau ‘mutual insurance’.

Pengamat asuransi sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko & Asuransi Hotbonar Sinaga mengatakan bahwa aturan terkait kesehatan tersebut mesti ditentukan, berbeda dengan rasio solvabilitas (Risk based capital/RBC) yang saat ini menjadi patokan bagi asuransi berbentuk perseroan terbatas.

Menurutnya, konsep likuiditas ini bisa diterapkan tanpa perlu memperhitungkan aset yang diperkenankan atau admitted asset yang menjadi komponen utama dalam perhitungan RBC.

"Konsep likuiditas bisa digunakan dengan beberapa kemudahan tentang penghitungan admitted assest. Tidak seketat untuk menghitung RBC seperti perusahaan berbentuk PT," jelasnya kepada Bisnis, Jumat (16/2/2018).

Dengan begitu, sambung Hotbonar, nantinya total aset asuransi usaha bersama akan dibandingkan dengan total kewajiban tanpa menggunakan konsep admitted assets.

Dia mengatakan ukuran kesehatan itu lah yang mesti menjadi salah satu poin penting yang mesti diatur dalam peraturan pemerintah (PP) tentang usaha bersama, yang merupakan amanah Undang-undang No.40/2014 tentang Perasuransian.

 

 

Tag : asuransi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top