Bank Mandiri Mulai Lirik KPR Segmen Milenial

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memandang saat ini target pasar nasabah milenial sangat menjanjikan dan akan terus berkembang.
Nirmala Aninda | 27 Februari 2018 21:12 WIB
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri, di Jakarta, Senin (9/1). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memandang saat ini target pasar nasabah milenial sangat menjanjikan dan akan terus berkembang.

Perseroan berencana untuk menggarap bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi para first jobber atau mereka yang baru masuk ke dunia kerja namun harus ada edukasi yang memadai tentang pentingnya disiplin menabung untuk memiliki rumah.

Senior Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Harry Gale menyampaikan bagi generasi milenial yang serius ingin berinvestasi di produk properti dapat mulai menabung untuk kebutuhan uang muka sebelum berkomitmen untuk membayar angsuran.

“Harga rumah itu lebih cepat peningkatannya daripada pendapatan, jadi kita harus memiliki disiplin untuk bisa menabung supaya setidaknya mereka mampu menyicil uang muka untuk kemudian mulai memikirkan alokasi dana angsuran,” ujar Harry beberapa waktu lalu.

Untuk saat ini Mandiri menyarankan nasabah milenial untuk menggunakan produk Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) bagi mereka yang menginginkan tempat tinggal di Ibukota namun kemampuan finansial belum memadai.

Harry menyebutkan rasio KPA Mandiri masih sangat kecil yakni 3% dari total portofolio KPR Bank Mandiri sepanjang 2017 yakni Rp39,7 triliun.

Dia mengatakan saat ini perseroan memang belum terlalu fokus terhadap segmen pasar milenial dan masih akan fokus menggarap segmen yang lebih menunjang pertumbuhan bisnis yakni nasabah usia 30 tahun – 40 tahun.

“Mereka sudah lebih mengerti [tentang] kebutuhan rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini dapat tumbuh dua digit atau sekitar 15%.

Sepanjang 2017, Bank Mandiri telah menyalurkan KPR sebesar Rp39,7 triliun atau naik 11% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp35,8 triliun.

Nilai tersebut merupakan faktor dominan penopang pertumbuhan kredit konsumer BMRI sepanjang 2017 yang berhasil tumbuh 17,6% secara tahunan.

Dengan pencapaian tersebut, bank dengan kode emiten BMRI ini berhasil menguasai sekitar 10% pasar di bisnis KPR dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan) terjaga di kisaran 2%.

Tag : bank mandiri
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top