Asosiasi Targetkan Tambah 6.000 Agen dengan Sertifikasi Elektronik

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) bakal meluncurkan sertifikasi agen secara digital pada April 2018. Dengan adanya aplikasi tersebut, AAUI menargetkan tambahan agen baru sekitar 6.000 orang dari total target 10.000 agen pada tahun ini.
Nindya Aldila | 20 Maret 2018 20:31 WIB
Ilustrasi kegiatan agen asuransi - Antara/Andika Wahyu

 

 

Bisnis.com JAKARTA -- Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) bakal meluncurkan sertifikasi agen secara digital pada April 2018. Dengan adanya aplikasi tersebut, AAUI menargetkan tambahan agen baru sekitar 6.000 orang dari total target 10.000 agen pada tahun ini.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody A.S Dalimunthe mengatakan e-certification ini sesuai dengan UU No. 40 tahun 2014 tentang Perasuransian yang menyatakan bahwa OJK memberikan kewenangan kepada asosiasi untuk melakukan sertifikasi agen.
Dia meyakini, aplikasi tersebut bakal menambah jumlah agen yang dibutuhkan industri asuransi umum karena cenderung lebih cepat dan murah.
“Biaya bakal terpangkas sekitar 50%. Bahkan kalau pelaksanaan di luar Jakarta dapat terpangkas 65%. Dengan demikian jumlah agen yang tersertifikasi diharapkan dapat meningkat. Kami akan mulai luncurkan April,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (20/3).
Pada 2018, AAUI menargetkan sertifikasi agen baru mencapai 10.000 orang.
Dia mencatat, saat ini jumlah agen yang telah tersertifikasi per 31 Desember 2017 adalah 34.453 agen. Adapun rata-rata jumlah agen tersertifikasi setiap tahun sebelumnya mencapai 4.000 agen per tahun.
Selama ini, AAUI melakukan sertifikasi agen asuransi umum dengan melakukan pertemuan tatap muka dalam bentuk workshop keagenan dan ujian keagenan. Skema ini mengharuskan peserta menyediakan waktu dan tempat khusus untuk mengikuti ujian.
“Nantinya tidak lagi, melainkan dapat dilaksanakan sendiri oleh agen di manapun dan kapanpun melalui aplikasi online. Untuk itulah AAUI membuat e-certification agar mempermudah agen dalam mengikuti ujian sertifikasi agen,” ujarnya.
Aplikasi tersebut bakal berisi materi-materi yang akan diuji sehingga agen dapat belajar mandiri sebelum ujian. “Jika Lulus, maka langsung keluar juga kartu sertifikat agennya,” tambah Dody.
Guna meningkatkan penetrasi sertifikasi elektronik ini, AAUI terus melakukan sosialisasi dan percobaan untuk petugas administrasi keagenan di masing-masing perusahaan asuransi.
Menurut Dody, keberadaan agen dibutuhkan untuk perusahaan asuransi yang utamanya banyak menggarap segmen ritel karena memerlukan pendekatan personal.
“Tidak semua perusahaan asuransi umum bermain di ritel karena bisnis ritell menunjukkan tingkat loss ratio yang kecil, tetapi memerlukan volume yang besar, maka beberapa pemain captive business sudah banyak menggunakan agen,” tuturnya.
Sejauh ini, kata dia, bisnis ritel sudah menjadi penyokong laba perusahaan asuransi, meskipun hasilnya tidak terlalu dominan.

Tag : asuransi
Editor : Abraham Runga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top