991 Kasus Skimming di Jatim, BI: Cek Ulang Sistem dan Data Nasabah

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Timur meminta perbankan mengecek ulang sistem dan data nasabah agar tidak mudah bocor menyusul adanya sejunlah kejahatan skimming di BRI Kediri dan Bank Mandiri Graha Pena Surabaya.
Peni Widarti | 21 Maret 2018 14:40 WIB
Polisi memeriksa mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri, guna mengantisipasi kejahatan 'skimming', di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/3/2018). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com,  SURABAYA — Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Timur meminta perbankan mengecek ulang sistem dan data nasabah agar tidak mudah bocor menyusul adanya sejunlah kejahatan skimming di BRI Kediri dan Bank Mandiri Graha Pena Surabaya.

Kepala BI Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah mengatakan BI telah menerima laporan kasus skimming yang menimpa nasabah Bank Mandiri cabang Graha Pena Surabaya dan meminta bank untuk mengganti uang nasabah yang hilang.

"Ada sekitar 991 nasabah yang kena skimming, saya tidak tahu persisnya berapa nilainya, tapi itu sudah diganti oleh Bank Mandiri. Sebagian data nasabah yang bocor sudah langsung diblokir oleh bank," katanya kepada Bisnis hari ini Rabu (21/3/2018).

Dia mengatakan perbankan harus berhati-hati terhadap kecanggihan teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh oknum untuk kejahatan. Selain itu, BI meminta nasabah untuk menggunakan mobile banking untuk keamanan dan kenyamanan bertransaksi.

"Penggunaan mobile banking akan lebih aman, dan nyaman. Selain itu nasabah juga harus menjaga kerahasiaan datanya, sering mengganti PIN, dan selalu mengecek kondisi mesin ATM sebelum memasukan kartunya," jelasnya.

Sebelumnya ratusan nasabah mendatangi Bank Mandiri KCP Surabaya Graha Pena untuk melaporkan adanya pemotongan saldo yang tidak dilakukan nasabah.

Tag : skimming
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top