BRI Kasih Pinjaman untuk Kuliah Hingga Rp150 Juta, Ini Perhitungannya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. akhirnya meluncurkan produk pembiayaan untuk keperluan pendidikan yang disebut dengan Briguna Flexi Pendidikan.
Ropesta Sitorus | 21 Maret 2018 17:25 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. akhirnya meluncurkan produk pembiayaan untuk keperluan pendidikan yang disebut dengan Briguna Flexi Pendidikan.

BRI mengklaim produk tersebut merupakan student loan yang pertama kalinya diluncurkan perbankan dalam negeri.

Direktur Utama BRI Suprajarto menyatakan produk tersebut akan diberikan untuk target segmen kalangan mahasiswa S2-S3 dengan rentang plafon sebesar Rp70 juta – Rp150 juta.

“Untuk setahun pertama ini harapannya [penyaluran] bisa minimal Rp100 miliar,” katanya usai peluncuran Briguna Flexi Pendidikan di kantor di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu (21/3/2018). 

Direktur Consumer Banking BRI Handayani menambahkan, untuk segmentasi mahasiswa S2, plafon kredit yang diberikan sekitar Rp70 juta untuk dengan grace period selama 3 tahun dan maksimal jangka waktu pinjaman 6 tahun.

Adapun, untuk mahasiswa S3 diberikan grace period 5 tahun dengan nilai plafon kredit sebesar Rp150 juta. Maksimal jangka waktu pinjaman selama 10 tahun.

“S2 jangka waktu pendidikan maksimal 3 tahun, jadi diberikan grace period di mana debitur boleh bayar bunga saja sebesar 0,65% per bulan,” kata Handayani.

Dengan skema bunga yang ringan, Briguna Flexi Pendidikan mensyaratkan dokumen administratif yang relatif mudah.

Dokumen yang diperlukan antara lain foto copy identitas diri/KTP dan KK, slip gaji, SK pegawai/karyawan, dan surat rekomendasi tempat bekerja maupun rekomendasi  dari universitas

Dalam pemasaran produk tersebut, lanjutnya, BRI bekerjasama dengan Kemenristekdikti. Dengan demikian, mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi, baik swasta maupun milik pemerintah dapat mengakses student loan tersebut.

Dengan asumsi target minimal Rp100 miliar dalam tahun pertama, BRI diperkirakan dapat menyalurkan kredit kepada 600 hingga 1.400 debitur.

Saat ini, produk tersebut masih difokuskan ke kalangan pelajar di level S2 dan S3 yang dianggap memiliki tingkat risiko lebih rendah.

Namun, di waktu yang akan datang, BRI membuka peluang untuk memberikan kredit ke kalangan mahasiswa di level pendidikan S1, khususnya dari jurusan tertentu seperti teknik dan desain.

Begitu juga dengan tingkat bunga, Suprajarto menyatakan masih terbuka peluang untuk memberikan suku bunga pinjaman yang lebih rendah. “Bunganya masih kami evaluasi, karena kami inginnya murah, dan kami sedang berusaha mencari source of fund,” ujarnya.

Tag : bri
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top