Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Kiat Sederhana Agar Terhindar Dari Aksi Skimming ATM

Saat anda akan melakukan transaksi di ATM terutama ditempat yang terbuka, periksa/raba penutup tuts angka-angka yang ada disitu untuk memastikan tidak ada kamera atau alat yang akan mengcopy PIN anda saat transaksi.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 29 Maret 2018  |  13:15 WIB
Petugas gabungan dari Polres Blitar dan Kantor Cabang BRI memeriksa mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) saat berpatroli bersama di Blitar, Jawa Timur, Sabtu (24/3/2018). - ANTARA/Irfan Anshori
Petugas gabungan dari Polres Blitar dan Kantor Cabang BRI memeriksa mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) saat berpatroli bersama di Blitar, Jawa Timur, Sabtu (24/3/2018). - ANTARA/Irfan Anshori

Bisnis.com, JAKARTA -- Seperti diketahui bahwa belum lama ini tidak sedikit nasabah beberapa bank yang menderita kerugian lantaran saldo di rekening mereka tiba-tiba berkurang dengan sendirinya tanpa merasa melakukan transaksi.

Hal itu ternyata terjadi lantaran adanya aksi skimming oleh para pelaku kejahatan sehingga mampu mengambil data nasabah dari kartu yang telah terkena raktik skimming untuk kemudian dikuras dananya.

Meskipun atas kejadian yang menimpa sejumlah nasabah dari Bank BRI dan Mandiri tersebut perbankan bersangkutan sudah melakukan penggantian, namun kehati-hatian dari nasabah juga tetap perlu ditingkatkan.

Hal itu antara lain seperti yang disampaikan oleh AKBP Hj. Husaima Kasubdit Satpam Polsus Dit Binmas Polda Metro Jaya. Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip Bisnis.com, Kamis (29/3), Husaima membagikan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindari skimming.

Pertama, pada saat anda akan melakukan transaksi di ATM terutama ditempat yang terbuka, periksa/raba penutup tuts angka-angka yang ada disitu untuk memastikan tidak ada kamera atau alat yang akan mengcopy PIN anda saat transaksi.

Kedua, perhatikan secara cermat kotak tempat anda memasukkan kartu ATM untuk memastikan tidak ada skimmer di pasang di sana.

Ketiga, perhatikan orang-orang disekitar sesaat sebelum transaksi. Hal ini utuk menghindari atau memastikan tidak ada orang yang mencurigakan.

Keempat, jangan lakukan transaksi pembayaran dengan ATM atau kartu kredit dengan cara memberikan kartu anda kepada pelayan tanpa pengawasan anda untuk menghindari terjadinya pencurian identitas anda.

Kelima, lakukan pemeriksaan secara berkala isi saldo tabungan anda di bank, sehingga deteksi dini untuk mengetahui adanya pemakaian/pengurangan saldo di luar pengetahuan anda.

Keenam, jangan terlalu lama menggunakan kode PIN yang sama. Ketujuh, jangan menyimpan kode PIN di buku atau HP. Untuk itu buat kode PIN yang mudah diingat.

Kedelapan, jangan membalas WA dan SMS yang meminta identitas anda apabila tidak dikenali. Kesembilan, apabila ada SMS atau WA yang isinya penipuan, catat nomor hpnya dan laporkan kepada pihak kepolisian terdekat.

Selain itu, menurut laman media sosial resmi Bank Indonesia belum lama ini, juga terdapat beberapa tips yang perlu diketahui terkait praktik skimming.

Pertama, untuk ATM skimmer biasanya berupa plastik atau plester yang ditempatkan di atas card reader ATM yang asli.

Skimming menggunakan suatu perangkat untuk mencatat atau mengirimkan informasi kartu bagi fraudster.

Informasi yang diperoleh untuk mengkloning kartu agar dapat melakukan transaksi tarik tunai.

Fraudster cenderung memasang alat skimmer yang jarang digunakan untuk melakukan transaksi, seperti saat tengah malam atau dini hari dan alat skimmer biasanya hanya dipasang beberapa jam saja.

Lalu, bagaimana cara mengidentifikasi ATM skimmer?

Perhatikan card reader, apakah terlihat tergores, longgar, bengkok, atau tidak pada tempatnya. Karena kebanyakan card skimmer ditempelkan dengan menggunakan double sides tape. Card reader yang asli memiliki desain cekung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank skimming
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top