Kebijakan Pro Pertumbuhan BI Diarahkan ke Pendalaman Pasar

Kebijakan bank sentral ke depan yang pro pertumbuhan ekonomi atau pro growth akan diprioritaskan mengarah kepada pendalaman pasar.
Hadijah Alaydrus | 03 April 2018 16:32 WIB
Kantor Bank Indonesia di Jakarta - Reuters/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA--Kebijakan bank sentral ke depan yang pro pertumbuhan ekonomi atau pro growth akan diprioritaskan mengarah kepada pendalaman pasar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih periode 2018-2023 Dody Budi Waluyo mengatakan pendalaman pasar untuk mendorong kebijakan bank sentral yang pro pertumbuhan akan menekankan kepada akselerasi inisiatif pendalaman pasar yang telah disusun.

"Yang sudah ada kita teruskan dengan instrumen yang lebih beragam, misalnya dana domestik yang ditempatkan ke project bond, itu alternatif pendalaman pasar," ungkap Dody di DPR RI, Selasa (4/3/2018).

Hal serupa disampaikan pula oleh Gubernur BI terpilih periode 2018-2023 Perry Warjiyo. Menurutnya, akselerasi pasar keuangan akan diprioritaskan dan terus dijalankan dalam kepemimpinannya di bank sentral Tanah Air. Selama ini, dia mengatakan BI telah melakukan pendalaman pasar valuta asing hingga transaksinya mencapai US$6 miliar per hari dan juga instrumen dari lindung nilai sebesar 40%. Semuanya dijalankan untuk mendukung stabilitas nilai tukar.

Dalam paparan Perry Warjiyo di DPR, minggu lalu (28/3), dia mengajukan strategi untuk memperbanyak instrumen pembiayaan infrastruktur, seperti KIK-EB, mandatory convertible bond dan lain sebagainya, serta berjanji untuk berkoordinasi dengan Kemenkeu dan OJK untuk mempermudah penerbitan sekuritas dan perluasan basis investor.

Selain itu, Perry mengatakan akan mendorong penguatan badan dan lembaga nasional untuk pembiayaan infrastruktur seperti di India. Dalam kepemimpinannya nanti, Perry akan mengenakan biaya lindung nilai yang murah dengan memperluas call spread untuk lindung nilai kebijakan valuta asing di BUMN dan korporasi bekerjasama dengan OJK dan perbankan.

Perry juga berjanji untuk membentuk referensi suku bunga di pasar, pengembangan penyelenggara dan saran pasar uang dan valuta asing serta membangun Central Counterparty (CCP) Nasional.

Tag : bank indonesia
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top