Digitalisasi Industri Asuransi, OJK Akui Regulasi Masih Jadi Tantangan

Selagi perkembangan teknologi terus berjalan, dan industri keuangan, khususnya asuransi dituntut untuk menyesuaikan, pemerintah dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum memfasilitasi dengan regulasi yang memadai.
Reni Lestari | 26 April 2018 17:28 WIB
Ilustrasi - glaad.org

Bisnis.com, JAKARTA - Selagi perkembangan teknologi terus berjalan, dan industri keuangan, khususnya asuransi dituntut untuk menyesuaikan, pemerintah dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum memfasilitasi dengan regulasi yang memadai.

Direktur Pengawas Asuransi OJK Ahmad Nasrullah mengakui regulasi masih menjadi tantangan utama regulator dalam mendukung perkembangan pasar.

"Ini tantangan bagi regulator untuk bisa mngatur. Saya kira kami sedang dalam diskusi dengan stakeholder. Marketnya sendiri sudah tumbuh dengan adanya agregator yang menjual produk asuransi," kata Nasrullah dalam AAUI International Insurance Seminar di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Adanya agregator tersebut, lanjut Nasrullah sudah menjadi polemik tersendiri di pasar asuransi. Pihak yang merasa dirugikan dengan adanya agregator adalah pialang dan agen yang harus mendapat izin dan terdaftar di OJK.

Nasrullah melanjutkan, menjadi tantangan pula bagi regulator untuk menjaga keseimbangan antara dukungan terhadap pasar dan melakukan perlindungan konsumen. Reguasi yang kini tengah diupayakan, lanjutnya, diharapkan menjadikan pasar bertumbuh cepat dengan tidak menyediakan celah bagi terjadinya penyimpangan di lapangan.

"Kami berkomitmen untuk berperan dalam pengembangan kontribusi teknologi dari sisi regulasi. Harapannya implementasinya akan lebih mudah," katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
regulasi asuransi

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup