Soal Beredarnya Percakapan Diduga Menteri Rini-Bos PLN, Pemerintah Diminta Jaga Kredibilitas BUMN

Center of Reform on Economy (CORE) berharap pemerintah dapat benar-benar menjaga kredibilitas BUMN, agar stabilitas ekonomi juga dapat terjaga.
M. Richard | 28 April 2018 10:46 WIB
Presiden Joko Widodo (dari kiri) didampingi Dirut PT PLN Sofyan Basir, Bupati Serang Tatu Chasanah, dan Menteri BUMN Rini Soemarno maket PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), di Desa Terate, Serang, Banten, Kamis (5/10). - ANTARA/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA -- Center of Reform on Economy (CORE) berharap pemerintah dapat benar-benar menjaga kredibilitas BUMN, agar stabilitas ekonomi juga dapat terjaga.

Sebagai Informasi, percakapan telepon diduga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir tengah viral di media sosial. Dalam pembicaraan tersebut, keduanya cukup serius membahas soal proyek PLN.

Terlepas dari percakapan video tersebut, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economy (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, beberapa kejadian kontroversial yang terjadi di BUMN bukan sinyal yang baik untuk kestabilan ekonomi.

"ini bukan gelagat yang baik," katanya kepada Bisnis, Sabtu (28/4/2018).

Adapun, salah satu hal kontroversial yang dimaksud Fasial adalah pergantian direktur utama PT Pertamina (Persero). Yang mana menurutnya, pergantian tersebut tidak berlandaskan prosedur yang semestinya.

"Semenstinya pergantian dikaitan dengan achievment, dan kalau kita lihat PT Pertamina (Persero), sudah banyak yang dicapai oleh [Mantan Direktur Utama Pertamina] Elia Massa Manik," katanya.

Faisal mengkhawatirkan, kejadian seperti ini dapat melemahkan kewenangan BUMN yang harus bekerja profesional, dan merusak kepercayaan investor terhadap Indoensia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pln, bumn, Rini Soemarno

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top