MNC Bank Raup Untung Rp94,8 Miliar

PT Bank MNC Internasional Tbk memulai kinerja Triwulan Pertama 2017 secara positif dengan berhasil membukukan laba sebesar Rp94,8 miliar atau meningkat 294% dibanding periode sama 2017.
Puput Ady Sukarno | 15 Mei 2018 21:59 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri Bank MNC di Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank MNC Internasional Tbk memulai kinerja Triwulan Pertama 2017 secara positif dengan berhasil membukukan laba sebesar Rp94,8 miliar atau meningkat 294% dibanding periode sama 2017.  

Presiden Direktur MNC Bank, Benny Purnomo mengatakan bahwa kinerja positif pada triwulan pertama tahun ini ditunjang oleh kerja keras dari seluruh elemen bank dan juga masih terjaganya kepercayaan nasabah.  

"Hasil positif ini merupakan bagian dari upaya dalam meningkatkan kualitas kredit, menjaga agar pendapatan bisnis utama tetap baik, serta pemulihan aset bermasalah sesuai dengan rencana strategis bank," tuturnya, Selasa (15/5).

Menurutnya momentum ini akan dimanfaatkan untuk terus meningkatkan setiap potensi bisnis serta senantiasa meningkatkan kualitas kredit dan operasional perusahaan.

Benny menerangkan bahwa kinerja positif bank milik taipan Hary Tanoesoedibjo ini ditopang oleh peningkatan tajam dari laba operasional perseroan yang mencapai Rp126,6 miliar per 31 Maret 2018 atau meningkat 295% (year on year).  

Menurutnya dari beberapa instrumen operasional, pemulihan CKPN menjadi kontributor utama sebesar Rp70,204 miliar, diikuti pendapatan provisi dan komisi dari transaksi selain kredit Rp23,750 miliar dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp87,755 miliar.  

Adapun dari sisi rasio keuangan, keberhasilan Bank dalam menjaga kualitas kredit terlihat dari menurunnya rasio NPL Gross dari 7,23% per 31 Desember 2017 menjadi 5,76% per 31 Maret 2018.  

Sedangkan rasio aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif juga berhasil diturunkan dari 5,08% per 31 Desember 2017 menjadi 4,13% per 31 Maret 2018.

Selain itu MNC Bank berhasil melakukan efisiensi terhadap biaya operasional perusahaan terlihat dari menurunnya rasio BOPO dari semula 121,51% per 31 Maret 2017 menjadi 69,39% per 31 Maret 2018.  

Adapun dari sisi permodalan, rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang sebesar 12,58% per 31 Desember 2017 menjadi 14,59% per 31 Maret 2018, akibat dari pemulihan aset dan setoran modal serta perolehan laba.

Benny meyakini proses permodalan MNC Bank akan semakin menguat lagi karena pihaknya saat ini dalam proses Rights Issue dengan nilai dana yang dibidik hingga maksimal dikisaran Rp489 miliar.

"Dengan modal inti yang kuat, bank akan lebih mampu menjalankan fase kedua dari transformasi yaitu focusing the business dengan lebih leluasa," ujarnya.

Hal tersebut membuat MNC Bank semakin mantap untuk meningkatkan penetrasi pasar ke segmen konsumer dan retail yang didukung oleh segmen komersial dan korporasi.

“Kuatnya sisi permodalan, kembalinya kinerja bank ke arah yang positif, penguatan sinergi dengan seluruh unit bisnis MNC Group dan meningkatnya populasi kelas menengah Indonesia, membuat kami yakin bisnis dan rentabilitas MNC Bank terus meningkat sepanjang 2018 ini," pungkasnya.

Tag : mnc bank
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top