Bank Mandiri Siapkan Modal Kerja Bagi Petani Mitra Bulog

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bekerja sama dengan Perusahaaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk menyiapkan pembiayaan modal kerja bagi petani mitra kerja on farm Bulog.
Nirmala Aninda | 23 Mei 2018 16:49 WIB
Petani memanen padi di persawahan Alas Malang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (17/1/2018). - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bekerja sama dengan Perusahaaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk menyiapkan pembiayaan modal kerja bagi petani mitra kerja on farm Bulog.

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi dan Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Dalam kerja sama ini, Bank Mandiri akan memberikan fasilitas pembiayaan murah berskema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan bunga 7% efektif per tahun kepada petani mitra on farm aktif yang direkomendasikan Bulog.

Sebaliknya, Bank Mandiri pun dapat merekomendasikan petani penerima pembiayaan perseroan untuk menjadi mitra Bulog.

Saat ini, petani mitra kerja on farm Bulog di seluruh Indonesia tidak hanya bekerja pada pertanian padi, namun juga pada sektor komoditas pertanian lain, seperti jagung, kedelai, bawang merah, dan sebagainya.

Pada tahap awal, program ini akan menyasar ke petani padi mitra kerja Bulog di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, dan selanjutnya akan meluas ke daerah lainnya di Indonesia.

Hery mengungkapkan saat ini memang Mandiri diberikan mandat oleh Kementerian BUMN untuk menggarap nasabah di provinsi Jawa Barat, kecuali Garut dan Tasikmalaya.

"Jawa Barat menjadi tempat kami untuk fokus menjalankan program pemerintah. Untuk program ini, dalam tahap awal, kami akan memberikan modal kerja kepada 5.100 pemegang Kartu Tani," ujarnya di sela-sela penandatanganan perjanjian kerja sama di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Melalui kerja sama ini diharapkan para petani mitra Bulog akan semakin termotivasi dalam meningkatkan produktivitas sehingga dapat membantu meningkatkan taraf hidup mereka serta mendukung upaya penguatan ketahanan pangan nasional.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo mengatakan kondisi petani saat ini pada umumnya memiliki dua kelemahan, yakni modal kerja dan akses pasar.

"Umumnya, karena mereka mendapatkan modal dari penghijon[tengkulak] maka penjualan hasil tani terpaksa diserahkan kepada penghijon. Dua hal ini yang akan kami coba atasi melalui kerja sama ini," kata Imam.

Perum Bulog sebagai off-taker berkewajiban membeli hasil panen para petani, menurut Imam jaminan hasi panen yang akan dibeli oleh pemerintah tersebut merupakan salah satu strategi mitigasi risiko.

Dia mengkalkulasikan setidaknya setiap satu hektar lahan sawah membutuhkan modal sekitar Rp12 juta - Rp13 juta. Dana pinjaman yang diberikan nantinya tergantung dari kepemilikan lahan dan kualitas debitur.

Pada saat yang sama harga beli beras pemerintah (harga pembelian pemerintah) saat ini berkisar pada harga Rp3.700 per kilogram dengan fleksibilitas 10%.

Imam menambahkan, kredit para petani mitra Bulog dijamin melalui asuransi dari Jasindo, Jamkrindo dan Aksrindo sebagai antisipasi tingginya risiko kredit bermasalah di sektor agrikultur.

Tag : bank mandiri
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top