Kontribusi Nasabah Payroll di BNI Masih Rendah

Bisnis.com, JAKARTA PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. berupaya terus mengoptimalkan peluang bisnis dari nasabah payroll. Saat ini, kontribusi bisnis dari nasabah payroll terhadap total penyaluran kredit tanpa agunan (KTA) baru mencapai sekitar 10%.
Dini Hariyanti | 23 Mei 2018 21:13 WIB
Suasana stan mitra binaan BNI di Jakarta International Handcraft Fair (Inacraft) 2018, di Jakarta, Rabu (25/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. berupaya terus mengoptimalkan peluang bisnis dari nasabah payroll. Saat ini, kontribusi bisnis dari nasabah payroll terhadap total penyaluran kredit tanpa agunan (KTA) baru mencapai sekitar 10%.

Direktur Retail Banking BNI Tambok P.S. Simanjuntak mengatakan bahwa porsi debitur KTA yang berasal dari nasabah payroll terbilang masih rendah.

“Nasabah payroll memang lebih aman, karena cash flow calon peminjam lebih terpantau,” tuturnya kepada Bisnis, Rabu (23/5/2018).

KTA merupakan salah satu produk BNI di segmen konsumer. Untuk kinerja penyaluran kredit konsumer secara keseluruhan pada tahun ini, perseroan membidik pertumbuhan sekitar 12,5% - 15% secara year on year. Nah, kredit kepada nasabah payroll termasuk salah satu yang menjadi andalan.

“Untuk KTA kami tidak pernah meutup peluang kepada calon debitur nonpayroll juga. Tapi memang dengan payroll lebih aman dan menekan risiko,” ujar Tambok.

Pada kuartal I/2018, perseroan mencetak pertumbuhan kredit konsumer sebesar 12,5% secara year on year. Realisasi pertumbuhan bisnis kartu kredit dan KPR masing-masing sebesar 8,2% (yoy) dan 4,2% (yoy).

Kendati agresif membidik kenaikan penyaluran kredit, Tambok menyatakan pihaknya juga menjaga rasio kredit bermasalah tetap rendah. Per akhir Maret lalu, rasio nonperforming loan (NPL) kredit konsumer BNI ada di level 2,5%.

“Kami ingin mencetak pertumbuhan yang berkualitas. Untuk payroll juga spesifik dengan yang benar-benar supply chain dari korporasi, terutama BUMN, institusi atau perusahaan yang bagus. Jadi kami tidak mau hanya asal tumbuh tapi NPL jadi tinggi,” ujarnya.

Dia melanjutkan, kinerja di segmen tersebut juga turut mengerek kenaikan laba bersih perseroan, terutama di sisi pendapatan nonbunga dari pengelolaan rekening, transaksi kartu kredit dan transaksi kartu debit.

Tag : bni
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top