Bank Mayapada Rilis Saham Baru Senilai Rp2 Triliun

PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) mengumumkan rencana penerbitan 910,9 juta saham baru seri B melalui Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam waktu dekat.
Nirmala Aninda | 25 Juni 2018 16:59 WIB
Bank Mayapada - Ilustrasi/Bisnis.com/David Eka Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) mengumumkan rencana penerbitan 910,9 juta saham baru seri B melalui Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam waktu dekat.

Proses penambahan modal tersebut mengambil porsi 14,29% dari jumlah modal disetor dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada Jumat (22/6), rights issue akan dilaksanakan segera setelah RUPSLB dan pendaftaran dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Manajemen menyampaikan rencana penambahan modal ini sebagai upaya penguatan struktur permodalan perseroan untuk meningkatkan kegiatan usaha, kinerja perseroan dan daya saing dalam industri perbankan.

"Dengan meningkatnya kinerja dan daya saing perseroan, diharapkan pula dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham perseroan," ungkap manajemen melalui keterbukaan informasi.

Seluruh dana yang diperoleh rencananya digunakan bank rintisan taipan Dato Sri Tahir tersebut untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan penyaluran kredit.

Pemegang saham pengendali Bank Mayapada adalah JPMCB-Cathay Life Insurance Co Ltd dengan kepemilikan saham 40% dan PT Mayapada Karunia dengan kepemilikan saham 26,42%.

Selain itu 10%, saham dimiliki oleh Galasco Investments Ltd, Unity Rise Ltd memiliki 7,31% saham, dan 16,27% lainnya adalah saham publik.

Direktur Utama Bank Mayapada Hariyono Tjahjarijadi menyatakan dana yang akan diterima melalui rencana aksi korporasi rights issue sebesar Rp2 triliun dan tidak akan mengubah susunan pemegang saham eksisting.

"[Rencana penggunaan dana] yang terutama adalah untuk memperkuat modal bank atau CAR supaya bank bisa ekspansi bisnis, otomatis kinerja akan meningkat," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (24/6).

Dalam laporan keuangan kuartal I/2018, rasio CAR Bank Mayapada tercatat sebesar 12,89%, turun dari posisi Maret 2017 13,7% maupun dari Desember tahun lalu sebesar 14,1%.

Hariyono sebelumnya menyampaikan penurunan modal akibat penyaluran kredit yang tumbuh dua digit pada Maret. Selain itu rasio NPL perseroan juga mengalami peningkatan dari 1,68% pada Maret 2017 menjadi 3,69%.

Guna mendukung ekspansi bisnis, mempertebal permodalan, perseroan akan mencari dana tambahan senilai Rp5 triliun selama 2018.

Tag : bank mayapada
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top