BPJS Ketenagakerjaan Gelar Rakernas Hadapi Sejumlah Tantangan 2019

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan tajuk Pertumbuhan Agresif di Tahun 2019 yang diikuti oleh jajaran Direksi bersama seluruh Kepala Unit Kerja dari seluruh Indonesia di kawasan di Hotel Grand Tulip, Malang, Rabu (18/7/2018).
Dika Irawan | 18 Juli 2018 08:08 WIB
Petugas BPJS Ketenagakerjaan melayani warga di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Daerah Istimewa Yogyakarta, DI Yogyakarta, Kamis (22/6). - Antara/Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan tajuk “Pertumbuhan Agresif di Tahun 2019” yang diikuti oleh jajaran Direksi bersama seluruh Kepala Unit Kerja dari seluruh Indonesia di kawasan di Hotel Grand Tulip, Malang, Rabu (18/7/2018).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan dan mematangkan strategi yang tepat agar pertumbuhan agresif pada 2019 dapat terealisasi dengan sempurna.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menjelaskan tema pertumbuhan agresif ini sesuai dengan peta jalan yang disusun untuk 2017 hingga 2021.

“Untuk 2019, target kepesertaan akan kami tingkatkan hingga 16% dan total dana kelolaan juga akan ditargetkan tumbuh sebesar 23%," katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.

Agus menegaskan sinergi antar seluruh elemen yang ada sangat besar perannya untuk mencapai target utama tersebut.

“Salah satu langkah untuk mencapai pertumbuhan agresif adalah melalui sinergi dalam semua aspek, antara lain hubungan kelembagaan, pengawasan dan pemeriksaan, pelayanan prima, infrastruktur TI yang mendukung, komunikasi yang terintegrasi, keuangan, investasi, SDM, dan kepesertaan itu sendiri," ujarnya.

Berdasarkan data indikator kinerja yang ada, BPJS Ketenagakerjaan diklaim sudah berada dalam jalur yang sesuai dengan peta jalan yang ditetapkan.

Perseroan meyakini target pertumbuhan agresif pada 2019 sangat terukur dan dapat dicapai, asalkan menerapkan strategi yang tepat. Pasalnya, potensi tenaga kerja masih sangat besar, khususnya pada usaha kecil, mikro, dan pekerja informal.

Selain itu, dukungan pemerintah juga semakin positif mendukung strategi perluasan kepesertaan yang dilancarkan BPJS Ketenagakerjaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs ketenagakerjaan

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top