Kapan Merdeka Secara Finansial?

Beberapa mengartikan sebagai suatu kondisi ketika seseorang tak perlu lagi bekerja dari pagi hingga sore, cukup duduk santai namun penghasilan mengalir lancar ke kantong.
Asteria Desi Kartika Sari | 18 Agustus 2018 13:16 WIB
Tips Keuangan. - Bisnis.com

Merdeka secara finansial bisa jadi impian setiap orang, sekalipun dimaknai secara berbeda-beda. Beberapa mengartikan sebagai suatu kondisi ketika seseorang tak perlu lagi bekerja dari pagi hingga sore, cukup duduk santai namun penghasilan mengalir lancar ke kantong.

Bagi sebagian orang di indonesia kemerdekaan finansial masih sulit dicapai dan terlalu mengawang-awang. Meskipun begitu, Anda tak perlu terlalu khawatir, karena merdeka finansial bukan berarti Anda harus kaya raya.

Merdeka di sini cenderung berkaitan dengan waktu ketika orang tidak terikat dengan satu institusi atau perusahaan. Di sisi lain, Anda juga tidak lagi khawatir soal finansial.

Perencana keuangan Tatadana Consulting Tejasari Assad mengatakan, kemerdekaan finansial setiap individu berbeda-beda, sangat bergantung dengan kecukupan kebutuhan hidup masing-masing.

“Kapan dia bisa merdeka? Ya, kalau dia merasa penghasilan atau aset-aset berjalan dia sudah cukup untuk menghidupi biaya hidupnya,” kata Tejasari.

Dia memberikan gambaran, seorang pensiunan di Jakarta memiliki rumah yang disewakan dengan 10 kamar, sudah dapat menghasilkan Rp10 juta per bulannya. Hal tersebut sudah dapat dikatakan mencapai kemerdekaan finansial karena dia tak perlu bekerja keras, tinggal menunggu uang sewa, dan dapat memenuhi kebutuhan.

Ada juga seorang pengusaha, katakanlah memiliki penghasilan Rp10 juta per bulan, namun tetap saja tidak cukup. Bisa saja, mereka merasa benar-benar ‘bebas’ apabila penghasilannya mencapai Rp100 juta per bulan.

“Jadi financial freedom itu tergantung dari kebutuhan. Jadi yang penting dia punya aset yang menghasilkan, dan hasil itu cukup untuk kebutuhannya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Tejasari mengatakan, seseorang dapat dikatakan telah mencapai kebebasan finansial apabila sudah terlepas dari jeratan utang, seperti kredit pemilikan rumah (KPR) ataupun jenis utang lainnya.

Oleh karena itu, apabila Anda ingin mencapai kemerdekaan finansial langkah yang harus dilakukan adalah menyelesaikan utang, kemudian membangun aset aktif, dan selaraskan gaya hidup sesuai dengan penghasilan yang dimiliki.

“Kalau lifestyle-nya tinggi memang susah mengejarnya, tetapi kalau sedang-sedang saja akan lebih mudah untuk mencapai financial freedom,” ujarnya.

Setali tiga uang, perencana keuangan Aidil Akbar mengatakan kebebasan finansial setiap orang berbeda-beda. Oleh karena itu, hanya Anda sendiri yang dapat menjawab apakah sudah mencapai kebebasan finansial atau belum.

Ada yang mengatakan, bila aset investasi sudah berjumlah di atas Rp10 miliar maka sudah termasuk ke dalam kategori merdeka finansial. Ada juga yang mengatakan, bila penghasilan minimum tiga kali lebih besar dari pengeluaran kebutuhan bulanan.

Menurut Aidil, untuk mengukur tingkat kemerdekaan finansial tidak serta merta hanya dengan nominal aset saja, tetapi seluruh aspek finansial terpenuhi secara seimbang seperti asuransi kesehatan, investasi, dan tabungan. “Harus tercukupi semua dari aspek finansial. Tetapi juga harus balance, bukan hanya aset saja karena bisa saja asetnya cuma aset properti semua,” kata Aidil.

Apabila kemerdekaan finansial dihubungkan dengan uang atau kekayaan, Aidil menilai tidak harus kaya raya dulu untuk bisa merdeka secara finansial.

Merdeka finansial memberikan Anda opsi apakah masih akan terus bekerja atau bebas melakukan apa saja. Selain itu, untuk merdeka secara finansial  tidak harus menunggu menjadi tua dan pensiun dulu. 

TIDAK TAHU

Menurutnya, banyak anak muda yang saat ini sebenarnya sudah merdeka secara finansial tetapi mereka tidak mengetahuinya. Jadi, ada berbagai cara untuk mencapai merdeka secara finansial.

Pertama, investasi. Investasi bisa dalam bentuk apapun. Syarat utamanya adalah produk investasi tersebut, bisa produk keuangan atau investasi harus bisa memberikan hasil atau return di atas inflasi. Imbal hasil investasi di atas inflasi sifatnya wajib untuk memastikan dana bisa berkembang.

Kedua, berbisnis. Punya bisnis atau usaha yang sudah berjalan dengan sendirinya atau dijalankan dengan sistem atau orang lain juga jadi salah satu indikator bahwa anda merdeka secara finansial. Ketika bisnis sudah berjalan sendiri atau secara sistem sudah ada yang menjalankan, maka tugas Anda hanya memantau dan memastikannya berjalan dengan baik dan benar.

Ketiga, aset produktif. Aset produktif yang bisa menghasilkan uang juga termasuk dalam salah satu cara agar bisa menjadi merdeka finansial.  Aset produktif bisa berupa kendaraan atau properti yang disewakan.

Tag : wealth management
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top