Penjaminan Syariah Siap Tambah Modal

Perusahaan penjaminan syariah siap menambah modal untuk menangkap peluang pasar yang lebih besar sejalan dengan UU Penjaminan yang berlaku efektif pada 2019.
Azizah Nur Alfi | 16 September 2018 14:45 WIB
Karyawati beraktivitas di kantor PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah di Jakarta. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan penjaminan syariah siap menambah modal untuk menangkap peluang pasar yang lebih besar sejalan dengan UU Penjaminan yang berlaku efektif pada 2019. 

Direktur Keuangan PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah Subagio Istiarno menuturkan, modal perseroan dinilai masih cukup untuk menggarap peluang pasar baru dengan mekanisme co-guarantee atau reasuransi. Meski demikian, perseroan berencana menambah modal pada 2019. 

Adapun, nilai penambahan modal belum dapat dipublikasikan karena masih dikaji. Hingga Agustus 2018, aset Askrindo Syariah tercatat Rp423 miliar. 

"Tahun 2019 ada rencana tambah modal, sedang dikaji," katanya, Jumat (14/9/2018). 

Di samping kecukupan modal, perseroan juga telah siap dengan kompetensi dan ketersediaan sumber daya manusia untuk menggarap ruang lingkup usaha penjaminan. Pihaknya saat ini terus meningkatkan fasilitas teknologi informasi dan kompetensi sumber daya manusia. 

Direktur Keuangan, SDM, dan Umum PT Penjaminan Jamkrindo Syariah Endang Sri Winarni menuturkan, perseroan telah meminta tambahan modal kepada pemegang saham. Namun, dia tidak menyebut angka rencana penambahan modal. Penambahan modal itu telah tercantum pada Rencana Anggaran Kerja Perusahaan (RKAP) 2018.  

Di samping itu, perseroan juga akan membuka kantor cabang baru pada tahun ini untuk menggarap peluang pasar yang lebih besar. Pihaknya akan membuka 4 kantor cabang baru pada tahun ini. 

Berdasarkan informasi di website Jamkrindo Syariah yang dikutip pada Minggu (16/9/2018), kantor cabang Jamkrindo Syariah tersebar di Medan, Bandung, Surabaya, dan Palembang. 

"Kami telah meminta tambahan modal ke pemegang saham. Kami juga akan membuka outlet baru," imbuhnya pada Jumat (14/9/2018). 

Managing Director LM FEB Universitas Indonesia Toto Pranoto menilai kecukupan modal perlu ditingkatkan agar perusahaan penjaminan memiliki kemampuan gearing ratio yang lebih besar. Sehingga, kemampuan perusahaan untuk menambah aset juga bisa lebih besar. 

"Faktor modal bisa diperbesar. Kalau kemampuan modal lebih besar, maka kemampuan gearing ratio [kapasitas penjaminan] bisa lebih besar. Selanjutnya, kemampuan untuk membesarkan aset semestinya juga bisa lebih besar," imbuhnya, belum lama ini. 

Berdasarkan data statistik OJK terkait lembaga penjamin Indonesia per Juni 2018 menunjukkan, ada 2 perusahaan penjaminan swasta syariah dengan jumlah aset sebesar Rp1,04 triliun. Aset perusahaan penjaminan syariah berkontribusi 5,72% terhadap total aset industri penjaminan sebesar Rp18,12 triliun.

 

Tag : syariah
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top