Laba Bersih Pegadaian Tumbuh 12% pada Kuartal III/2018

PT Pegadaian (Persero) mencatatkan laba bersih senilai Rp1,84 triliun pada kuartal III/2018, tumbuh 12% secara year-on-year (yoy) dari sebelumnya Rp1,64 triliun.  
Reni Lestari | 03 Oktober 2018 16:38 WIB
Model memperlihatkan layanan Pegadaian digital service di sela-sela acara peringatan HUT ke-117 Pegadaian, di Jakarta, Minggu (1/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pegadaian (Persero) mencatatkan laba bersih senilai Rp1,84 triliun pada kuartal III/2018, tumbuh 12% secara year-on-year (yoy) dari sebelumnya Rp1,64 triliun.  

Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh melonjaknya pendapatan sebesar Rp7,54 triliun, sedangkan beban usaha tercatat sebesar Rp5,01 triliun.

Direktur Utama Pegadaian Sunarso mengatakan kinerja tersebut membuktikan perseroan masih dipercaya masyarakat meski perusahaan gadai swasta terus berkembang. Menurutnya, masih tingginya kepercayaan nasabah terhadap pelayanan Pegadaian membuat perseroan menyiapkan diri untuk terus meningkatkan jangkauan layanan. 

Tahun ini, pihaknya menargetkan bisa memiliki 8.044 agen di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 3.000 agen gadai, 6.000 agen pemasaran, dan 2.044 sales force

"Tercatat sampai akhir Agustus 2018, jumlah agen yang sudah bergabung sebanyak 6.003 agen di seluruh Indonesia,” sebut Sunarso dalam keterangan resmi, Rabu (3/10/2018). 

Dia melanjutkan jumlah agen menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1,45 % secara tahunan. Selain menambah jumlah agen, Pegadaian juga memberikan layanan online melalui aplikasi, menambah produk baru seperti gadai tanpa bunga, gadai tanah syariah, dan layanan berbasis financial technology (fintech). 

Tambahan layanan ini diyakini bisa semakin memperluas pasar serta menambah kepercayaan nasabah.

Di sisi lain, kondisi persaingan di bisnis gadai semakin ketat dengan terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 31 Tahun 2016 tentang Usaha Pergadaian. Beleid ini memungkinkan masuknya pemain-pemain baru di industri gadai, termasuk fintech.  

Hingga akhir Agustus 2018, Pegadaian memiliki 12 kantor wilayah yang membawahi 4.571 outlet. Jumlah ini mampu melayani sebanyak 6,99 juta nasabah, dengan omset mencapai Rp87,03 triliun. 

Pegadaian membidik omzet senilai Rp130 triliun sepanjang 2018. Adapun laba bersih ditargetkan sebesar Rp2,7 triliun, naik dari realisasi tahun lalu yang sekitar Rp2,5 triliun.

Di sisi aset, nilainya diharapkan meningkat menjadi Rp59 triliun. Sementara itu, perseroan menyasar penyaluran pinjaman sebesar Rp48,3 triliun. 

"Dalam lima tahun ke depan, visi utama kami, Pegadaian harus menjadi the most valuable finance company in Indonesia. Itu akan diukur dengan ukuran-ukuran kinerja keuangan. Selain mencari keuntungan, kami juga harus mencari nama baik. Karena itu, mimpi kami selanjutnya adalah menjadi bagian dari inklusi keuangan nasional yang penting," papar Sunarso. 

Tag : pegadaian
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top