RELI & BEI Edukasi Mahasiswa Universitas Galuh Supaya Melek Investasi

PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka galeri investasi yang berlokasi di Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, untuk menggaet generasi milenial agar melek finansial.
M. Taufikul Basari | 04 Oktober 2018 17:38 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka galeri investasi yang berlokasi di Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, untuk menggaet generasi milenial agar melek investasi.

Direktur RELI Sriwidjaja Rauf menjelaskan, galeri investasi di universitas Galuh, merupakan galeri investasi ke 21 yang dikelola oleh Reliance Sekuritas. Selain membuka galeri investasi, juga dilaksanakan seminar pasar modal yang dihadiri seluruh civitas akademik Universitas Galuh terutama mahasiswa Fakultas Ekonomi semester V dan VII. 

Kepala Pengembangan Wilayah BEI Harry Prasetyo, yang menjadi salah satu pembicara seminar, menjelaskan berbagai perkembangan investasi dan juga manfaat yang dapat dinikmati oleh generasi milenial jika melakukan investasi sejak dini.

“Saya sendiri, dalam seminar pasar modal memberi pemahaman yang benar, bagaimana berinvestasi secara cerdas,” ujar Sriwidjaja Rauf dalam rilisnya, Kamis (4/10/2018).

Menurut Sriwidjaja, RELI fokus melakukan edukasi ke para mahasisswa, karena mereka merupakan agen yang produktif untuk menularkan literasi keuangan yang sudah dipelajari, untuk disebarluaskan di lingkungan terdekat atau komunitasnya. 

Bagi RELI, generasi milenial perlu terus didorong untuk semakin paham berinvestasi agar jumlah investor di pasar modal semakin meningkat. Apalagi, berinvestasi di pasar modal, memiliki keunikan tersendiri karena memiliki prinsip high risk high return.

Dengan memahami risiko, dibarengi strategi tepat, RELI mendorong agar para generasi milenial mampu meraih return maksimal dari pasar modal.

Dalam seminar pasar modal tersebut, Sriwidjaja juga menyampaikan materi pentingnya berinvetasi sejak dini dan juga pandangan mengenai menabung saham sejak dini. Seperti diketahui, sekarang ini, untuk menabung saham tak perlu butuh dana besar, cukup Rp100.000 sudah bisa berinvestasi dalam program Yuk Nabung Saham.

Investasi, kata Sriwidjaja, diperlukan agar bisa memenuhi keinginan, melawan inflasi, membantu memenuhi kebutuhan, juga supaya kekayaan aset meningkat dan tak kalah penting untuk mengantisipasi ketidakpastian di masa depan. Salah satu manfaat berinvestasi yakni untuk melawan kenaikan inflasi dan kenaikan harga-harga barang.

Untuk itu, sejak dini, ubah pendapatan menjadi investasi, karena jangka panjang mampu melawan inflasi, atau ketika ada uang lebih selalu sisihkan untuk investasi. 

“Jika memiliki pendapatan lebih, selalu sisihkan untuk investasi, jangan semua dikonsumsi atau digunakan membeli barang yang tidak produktif,” ucap Sriwidjaja.

Mahasiswa juga harus memahami prinsip dasar investasi, antara lain dengan menggunakan dana lebih. Kemudian mencari informasi sebanyak mungkin sebelum mengambil keputusan. Selain itu, tidak tempatkan seluruh dana investasi pada satu jenis instrumen.

Juga disiplin melakukan target investasi baik profit maupun cut loss.  Sebagai investor pemula, para mahasiswa juga harus waspada dengan iming-iming janji memberi imbal hasil tinggi dalam jangka pendek.

Waspadai penawaran investasi dari perusahaan yang tidak jelas. Selalu cek atau riset bagaimana izin perusahaan investasi tersebut, karena hanya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berhak mengeluarkan izin perusahaan investasi di Indonesia.

Sebelum beli saham kenali seperti apa sahamnya, yang kedua tahu manfaatnya dan apa risikonya, lalu jangan ikut-ikutan orang beli saham yang tidak terlalu mahal ternyata berisiko dan rugi.

Tag : investasi, finansial
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top