Perry Warjiyo: Swap Indonesia-Singapura Perkuat Sistem Stabilitas Keuangan

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan pihaknya dan bank sentral Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS), melakukan kerja sama dalam bentuk repo dan local currency swap (LCS) senilai US$10 miliar.
Hadijah Alaydrus | 11 Oktober 2018 12:26 WIB
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memperkenalkan Presiden Joko Widodo dalam Bali Fintech Agenda di Annual Meetings IMF-World Bank Group, Kamis (11/10 - 2018).

Bisnis.com, NUSA DUA, Bali - Dalam pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan PM Singapura Lee Hsien Loong menyepakati kerja sama antara dua bank sentral masing-masing negara. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan pihaknya dan bank sentral Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS), melakukan kerja sama dalam bentuk repo dan local currency swap (LCS) senilai US$10 miliar.  "Tentu saja BI dan Monetary Authority of Singapore," ungkap Perry, Kamis (11/10).

Kerja sama ini disepakati dalam rangka memperkuat sistem stabilitas keuangan dan moneter di kawasan. 

Presiden Joko Widodo dan PM Singapura  Hsien Loong juga membicarakan mengenai masalah situasi global. Keduanya, kata Perry, memiliki pandangan yang sama. "Kawasan ini resilien dan tahan dalam menghadapi ketidakpastian keuangan global," tegas Perry. 

Dalam pertemuan bilateral ini, pemerintah Singapura menyepakati satu bilateral investment treaty (BIT) dan empat memorandum of understanding (MoU).

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top