Dukung Perawatan Pesawat Garuda, BNI Siapkan US$200 Juta

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. meningkatkan kerja sama penggunaan fasilitas perbankan dengan menandatangani perjanjian fasilitas Stand By Letter of Credit atau SBLC. Fasilitas BNI ini dimanfaatkan oleh Garuda untuk pengelolaan dana perawatan pesawat.
Ipak Ayu H Nurcaya | 11 Oktober 2018 16:07 WIB
ATM Bank BNI - JIBI/Rahmatullah


Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. meningkatkan kerja sama penggunaan fasilitas perbankan dengan menandatangani perjanjian fasilitas Stand By Letter of Credit atau SBLC. Fasilitas BNI ini dimanfaatkan oleh Garuda untuk pengelolaan dana perawatan pesawat.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, pada 11 Oktober 2018, oleh Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan dengan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Garuda Fuad Rizal.

Putrama mengatakan, kerja sama fasilitas ini merupakan bentuk kepercayaan BNI kepada Garuda Indonesia yang terus meningkatkan performa perusahaan di tengah daya saing industri penerbangan yang sangat tinggi.

Selain itu, BNI juga menjadi mitra strategis Garuda Indonesia yang menyediakan fasilitas transaksi perbankan lainnya seperti cash management, pembayaran gaji karyawan, e-tax, hingga kredit konsumer kepada pegawai.

"Dengan dilaksanakannya perjanjian kerja sama tersebut, BNI telah memberikan fasilitas Non Cash Loan kepada Garuda Indonesia sebesar US$200 juta yang merupakan persetujuan awal dari rencana sampai dengan US$400 juta," katanya melalui siaran pers, Kamis (11/10/2018).

Putrama mengemukakan, pihaknya terus berupaya menjadi mitra strategis perbankan yang terbaik untuk Garuda Indonesia serta bisa mewujudkan Sinergi BUMN yang mampu memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan fasilitas SBLC ini sangat membantu Garuda Indonesia dalam mengelola dana perawatan pesawat untuk menunjang cash flow.

Fasilitas tersebut berfungsi sebagai jaminan untuk menggantikan dana perawatan pesawat yang mengendap pada lessor sehingga dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan tanpa adanya peningkatan beban hutang.

"Dengan demikian cash flow perseroan akan semakin baik didukung dengan konsep kerja sama dan upaya untuk menarik kembali Dollar AS yang ada di luar negeri ke Indonesia, sehingga diharapkan dapat membantu perbaikan dan penguatan nilai tukar rupiah melalui peningkatan pemasukan devisa," ujarnya.

Tag : bni, garuda indonesia
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top