BUMN INSIGHT: “Meyakinkan Investor Itu Tantangan”

JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk., salah satu dari 17 anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II, mampu merealisasikan salah satu targetnya untuk menjadi listed company di bursa.
Oktaviano Donald Baptista & Fitri Sartina Dewi | 22 Oktober 2018 17:35 WIB
Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal/ IPC Terminal (IKT) Chiefy Adi K (kanan) memberikan penjelasan didampingi Direktur Indra Hidayat Sani, pada media gathering di Jakarta, Selasa (8/8). - JIBI/Nurul Hidayat

JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk., salah satu dari 17 anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II, mampu merealisasikan salah satu targetnya untuk menjadi listed company di bursa. Bisnis berkesempatan mewawancarai Chiefy Adi Kusmargono, Presiden Direktur IPCC, di kantornya, tentang sejumlah rencana pengembangan perusahaan ke depan, termasuk menjadi terminal kendaraan terbaik di kawasan Asia Tenggara. Berikut petikannya:

Bagaimana rencana atau target jangka panjang dari IPCC?

Kami ingin menjadi bagian dari masa depan dan kebahagiaan bangsa Indonesia. Itu judul besarnya. Bagaimana caranya? Kami ingin menghasilkan sebuah karya, yang menjadi representasi dari bangsa. Kami tidak ingin dipandang sebelah mata oleh perusahaan swasta dan diremehkan oleh dunia.

Kami ingin sungguh membangun karya, signature dari bangsa. Saya diamanatkan menjadi pemimpin di sini untuk mengelolanya menjadi nomor satu di Asia Tenggara dan masuk 10 besar dunia. Capaian itu akan memberikan efek domino. Indonesia akan dikenal dunia dan itu membangkitkan ekonomi nasional.

Desember 2018, IPCC akan genap 6 tahun. Bagaimana perkembangannya sejak berdiri?

Dalam 3 tahun terakhir, pertumbuhan bisnis selalu di atas 130%, baik pertumbuhan volume, pendapatan, maupun profit. Sebagai anak usaha Pelindo II, kami mencoba menjalankan amanat pemegang saham.

Sejak semester I/2017, kami menerapkan fine tuning in every area, termasuk infrastruktur, proses bisnis, SOP, membanguun culture, dan juga meredefinisi bisnisnya.

Semester II/2017, kami menjalankan strengthening atau enhancing business. Pada saat itu yang kami lakukan adalah meningkatkan operasional dan layanan, serta melanjutkan pengembangan infrastruktur.

Pada 2018, kami mendorong establishment performance. Kami meningkatkan volume pengangkutan, peningkatan keuntungannya, dan pembentukan IPC terminal incorporated. Jadi, sekarang kami mengoperasikan sejumlah terminal kendaraan di beberapa pelabuhan. Di Lampung per 1 Oktober 2018. Sebentar lagi di Pontianak dan Makassar. Nanti, menyusul di Balikpapan dan lainnya.

Melalui itu semua, tidak dapat dipungkiri kami bertumbuh signifikan. Selain itu, yang menggembirakan, kami merealisasikan mimpi sebagai listing company di bursa.

Saya ke sini Maret 2017 dan 9 Juli 2018 kami listing. Persiapan sekitar setahun.

Setelah menjadi pemimpin IPCC, apa yang pertama kali Anda lakukan?

Sejak awal, yang kami lakukan adalah branding. Kami tidak menggunakan jasa konsultan. Kami mengangkat tema We will shine with you. Ini ada latar belakangnya. Seperti yang saya sudah katakan sebelumnya, kami ada untuk menjadi kebahagiaan dan masa depan bangsa Indonesia.

Tujuan itu kami wujudkan pertama-tama dengan mendengarkan dan mengerti kebutuhan customer. Kami mengajak mereka tumbuh bersama. Ini backbone-nya.

Sumber : Bisnis Indonesia

Tag : bumn, indonesia kendaraan terminal
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top