Kuartal III/2018, Bank Mantap Raup Laba Rp259,46 Miliar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) meraup laba bersih senilai Rp259,46 miliar per kuartal III/2018, tumbuh 135,83% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp110,02 miliar.
Ilman A. Sudarwan | 22 Oktober 2018 16:50 WIB
Komisaris Utama PT Bank Mandiri Taspen Pos Abdul Rachman (kiri), Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen Josephus K. Triprakoso (tengah), dan Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat (kanan) berbincang saat acara Pencatatan Perdana Obligasi Bank Mandiri Taspen Pos di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (12/7). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) meraup laba bersih senilai Rp259,46 miliar per kuartal III/2018, tumbuh 135,83% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp110,02 miliar.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus Koernianto Triprakoso memaparkan, pertumbuhan laba lebih banyak dikontribusikan oleh pendapatan bunga dari penyaluran kredit. Pada akhir September, total pendapatan bunga bersih perseroan mencapai Rp773,47 miliar, tumbuh 83,95% secara tahunan.

Pertumbuhan laba juga disumbang oleh penurunan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang pada September mencapai 77,97%. Rasio tersebut menurun 687 bps dibandingkan dengan posisi pada September 2017 yangmencapai 84,85%.

“Kami juga melakukan evaluasi secara berkelanjutan atas penggunaan anggaran untuk memastikan bahwa penggunaan anggaran benar-benar berdampak optimal untuk pertumbuhan kinerja,” jelasnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Guna mendorong efisiensi, perseroan juga mengembangkan layanan perbankan berbasis digital untuk nasabah. Pengembangan tersebut, lanjutnya, akan memberi variasi layanan yang lebih baik kepada nasabah.

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) per September berada pada kisaran 7%. Dengan demikian, rasio tersebut lebih besar dibandingkan dengan level yang dicatatkan perseroan pada periode yang sama tahun lalu, yakni 6,48%.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa NIM diprediksi akan cenderung mengalami penurunan pada 3 bulan terakhir tahun ini. Penyusutan NIM, lanjutnya, akan berjalan sesuai dengan peningkatan suku bunga dana sebagai respons terhadap kenaikan suku bunga kebijakan Bank Indonesia.

Menilik kinerja intermediasinya, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. tersebut mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp14,31 triliun. Nominal tersebut meningkat 56,3% dibandingkan dengan realisasi kredit pada September tahun lalu senilai Rp9,15 triliun.

Adapun, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 55,07% secara tahunan, menjadi Rp13,52 triliun. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada produk tabungan yang meningkat 71,22% secara tahunan. Meski demikian mayoritas dana masih merupakan deposito, yang mencapai 80,53% dari total DPK.

Meski pertumbuhan kredit sedikit lebih tinggi daripada pertumbuhan DPK, dia mengklaim bahwa likuiditas perseron justru melonggar pada September. Dia menyatakan bahwa loan to deposit ratio (LDR) perseran turun ke kisaran level 93%.

Pada September tahun lalu, Bank Mantap mencatatkan LDR pada level 104,7%, dan relatif terjaga pada level yang sama sampai dengan kuartal II/2018. Pada periode tersebut LDR Bank yang sebelumnya bernama PT Bank Sinar Harapan Bali ini tercatat pada level 105,57%.

Tag : Bank Mantap
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top