Rilis KPR Milenial, BNI Patok Rp200 Miliar Sampai Desember

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan penyaluran pembiayaan kepemilikan rumah maupun apartemen khusus bagi milenial sampai akhir tahun sebesar Rp200miliar. Program ini bertajuk BNI Griya Gue yang dirilis akhir Oktober 2018 kemarin.
Ipak Ayu H Nurcaya | 03 November 2018 12:35 WIB
Karyawati Bank BNI menghitung uang Rupiah, di Jakarta, Senin (3/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan penyaluran pembiayaan kepemilikan rumah maupun apartemen khusus bagi milenial sampai akhir tahun sebesar Rp200miliar. Program ini bertajuk BNI Griya Gue yang dirilis akhir Oktober 2018 .

Direktur Bisnis Ritel PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Tambok P Setiawati mengatakan perseroan juga mengambil momentum Sumpah Pemuda untuk lebih cepat menggaet para milenial. Adapun sejumlah penawaran yang dihadirkan dalam program tersebut adalah suku bunga ringan dan tetap mulai 6,25% per tahun efektif fixed 2 tahun pertama dan 7,25% per tahun efektif fixed 1 tahun berikutnya. 

Tak hanya itu, jangka waktu kredit hingga 25 tahun, serta fleksibilitas fitur angsuran suka-suka dann cicilan akan menjadi lebih ringan di awal kredit, disesuaikan dengan penghasilan, sehingga tidak mengubah gaya hidup secara drastis.

"Kami berupaya menginspirasi generasi muda untuk lebih berani memikirkan masa depannya mulai dari sekarang, seperti mengurangi jajan kopinya untuk disisihkan kepada hal–hal yang bersifat investasi. Karena saat ini, banyak anak muda yang pengeluarannya lebih kepada yang bersifat konsumtif, tetapi belum berkeinginan berinvestasi untuk memiliki hunian sendiri," katanya, Sabtu (3/11/2018).

Selain cicilannya menjadi lebih ringan, dengan fasilitas take over plus, calon nasabah bisa mendapatkan dana tambahan untuk keperluan konsumtif seperti renovasi rumah, biaya pendidikan, liburan dan lainnya. Mereka juga dapat menikmati fasilitas bebas biaya provisi, biaya administrasi, dan biaya appraisal melalui produk milenial lain.

Pasalnya tak hanya BNI Griya Gue, bagi kalangan muda yang menerima gaji melalui BNI atau ber-payroll dengan BNI, dapat menikmati fasilitas kredit tanpa agunan atau KTA BNI Digifleksi yang dapat dengan mudah diajukan kapan saja dimana saja secara online. 

Nasabah tidak perlu datang ke cabang, termasuk untuk tanda tangan pinjaman kreditnya bisa secara online. BNI Digifleksi, yang saat ini sudah di implementasikan di salah satu perusahaan rekanan BNI, dihadirkan untuk merespon kebutuhan nasabah yang mobile dan menginginkan proses cepat. 

Dengan BNI Digifleksi, beragam kebutuhan untuk pendidikan, pernikahan, pembelian gadget, maupun untuk liburan dapat segera terwujud.

"Banyak benefit yang dapat dinikmati melalui BNI Fleksi, seperti persyaratan yang mudah, proses cepat, cicilan ringan mulai 0,45% flat per bulan hingga jangka waktu fleksibel hingga 15 tahun,” ujarnya.

Sebelumnya, perseroan dengan kode saham BBNI membidik tutup tahun ini dengan pertumbuhan kredit konsumer sebesar lebih dari 15% secara tahunan. KPR dan KTA memang diharapkan menjadi motor untuk mengejar target tersebut.

Sementara Tambok mengatakan hingga kuartal ketiga kemari KTA sudah tumbuh jauh lebih tinggi dari target perseroan. Pertumbuhan sudah 40% [KTA]. Awalnya target sekitar 15%.

Menurutnya, masih banyak ruang untuk melakukan ekspansi KPA. Saat ini BNI memilki 2,8 juta nasabah payroll atau sekitar 6% dari total nasabah. Tercatat, hanya 7% di antaranya yang telah memanfaatkan KTA.

Pada periode yang sama KPR per September 2018 telah tumbuh 9,1% (yoy). Setidaknya akhir tahun diperkirakan penyaluran pendanaan pemilikan rumah dan apartemen itu akan naik hingga 10% (yoy). Target itu jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi tahun lalu, di mana KPR hanya mengalami kenaikan sekitar 3% (yoy).

Sementara itu pada kuartal III/2018 BBNI membukukan kredit sebesar Rp65,64 triliun, naik 15,6% (yoy). Selain konsumer, kredit korporasi juga menjadi kontributor dengan pertumbuhan 18,5% (yoy). Industri manufaktur, perdagangan, restoran dan hotel, serta kontruksi memberikan sumbangsih yang signifikan.

Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo menuturkan guna mendukung ekspansi kredit, perseroan terus mendorong pertumbuhan DPK. Per kuatal III/2018 penghimpunan dana naik 14,2% (yoy), menjadi Rp548,59 triliun.

Hal itu diikuti dengan penambahan jumlah rekening yang mencapai 11,1 juta yaitu dari 30,8 juta rekening pada kuartal III/2017 menjadi 41,4 juta per September 2018. Selain itu, juga ada kenaikan jumlah Agen46 dari 62.961 agen menjadi 108.717 agen.

Tag : perbankan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top