Ekspansi Pabrik Sawit Dorong Kredit Investasi BRI Agro

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (BRI Agro) pada kuartal III/2018 menyalurkan kredit investasi sebesar Rp2,5 triliun atau naik 48,9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sekitar 80% berasal dari sektor perkebunan termasuk pendukungnya, yaitu sarana transportasi.
Muhammad Khadafi | 08 November 2018 00:56 WIB
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman
Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (BRI Agro) pada kuartal III/2018 menyalurkan kredit investasi sebesar Rp2,5 triliun atau naik 48,9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sekitar 80% berasal dari sektor perkebunan termasuk pendukungnya, yaitu sarana transportasi.
Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto menjelaskan bahwa penyaluran kredit investasi lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Perkebunan sawit yang terkena gangguan cuaca, tahun ini sudah kembali meningkatkan kembali produksi, sehingga membutuhkan penambahan kapasitas pabrik. 
“Sampai dengan akhir tahun diperkirakan masih akan ada pertumbuhan kurang lebih Rp1 triliun secara nominal,” katanya kepada Bisnis, Rabu (7/11/2018).

Adapun kredit investasi diselimuti tren positif hingga kuartal ketiga tahun ini. Kendati manufaktur, penyumbang portofolio terbesar, belum menunjukan geliat, tetapi sektor lain berhasil mendorong pertumbuhan lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. 

Mengutip data Bank Indonesia, kredit investasi sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd) naik 7,2% per September 2018. Kontras dengan periode yang sama tahun lalu, di mana hanya naik kurang dari 1% sepanjang tahun berjalan.

Agrikultur, pengadaan gas dan listrik, serta perdagangan besar dan eceran termasuk di dalamnya reparasi mobil dan motor menjadi motor penggerak. Ketiganya masing-masing tumbuh 4,6% ytd, 13,7% ytd, dan 12,3% ytd. 

Berdasarkan jenisnya, seluruh bank membukukan pertumbuhan sepanjang tahun ini. Bank asing dan campuran tumbuh paling tinggi sepanjang tahun berjalan, atau naik 15,0% menjadi Rp121,8 triliun. 

Selain BRI Agro, bankir lain pun optimistis tren positif kredit investasi masih akan terjaga hingga tutup tahun. Tren kenaikan suku bunga dan ketidakpastian ekonomi global tidak mengganggu permintaan.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mencatat pertumbuhan kredit investasi sebesar 11,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) per kuartal III/2018, menjadi Rp138,1 triliun. Wakil Presiden Direktur BNI Herry Sidharta mengatakan sejauh ini pelaku usaha masih optimistis Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan. Tantangan ekonomi yang terjadi belakangan tidak menyurutkan perusahaan-perusahaan besar melakukan ekspansi. 

“Potensinya masih di bidang infrastruktur,manufaktur, dan perkebunan,” katanya.

Tag : bri agro
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top