BNI Syariah Andalkan Tabungan Wadiah

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank BNI Syariah berupaya terus meningkatkan porsi tabungan dengan akad wadiah untuk menjaga agar biaya dana tetap kompetitif.
Andi M. Arief | 05 Desember 2018 22:14 WIB
Karyawan BNI Syariah melayani nasabah, belum lama ini. - Bisnis.com/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank BNI Syariah berupaya terus meningkatkan porsi tabungan dengan akad wadiah untuk menjaga agar biaya dana tetap kompetitif. 

Direktur Bisnis Bank BNI Syariah Dhias Widhiyati mengatakan bahwa sekitar dua pertiga nasabah perseroan menggunakan akad wadiah (titipan) untuk produk tabungan. Seperti diketahui, nasabah yang menabung dengan akad wadiah tidak menerima bagi hasil dan tidak dikenakan biaya pengelolaan rekening.

"Namun demikian, kami tetap berusaha menerapkan strategi yang tepat agar bank bisa menjaring nasbah untuk menyerap dana dan menyalurkan pembiayaan untuk dapat menjaga level net imbalan dan profitabilitas yang diharapkan," ujarnya, Selasa (4/12/2018).

Berdasarkan laporan keuangan bulanan perseroan per Oktober 2018, penghimpunan dana pihak ketiga BNI Syariah naik 22,45% secara tahunan menjadi Rp34,2 triliun dari Rp27,9 triliun pada realisasi periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh melesatnya penghimpunan dana murah sebesar 33,88% secara tahunan menjadi Rp18,5 triliun.

Di sisi lain, rasio dana murah BNI Syariah melonjak 464 bps menjadi 54,31% dari periode yang sama tahun lalu di posisi 49,67%.  Pada tahun depan perseroan akan menjaga agar rasio CASA tidak lebih rendah dari 50% dan berusaha untuk meningkatkan porsinya. Oleh karena itu, Dhias mengatakan perseroan akan melakukan sejumlah hal untuk menjaga beban dana pada tahun depan.

Pertama, perseroan akan tetap fokus pada ekspansi dana dengan cara melanjutkan kerja sama dengan sekolah, universitas, rumah sakit, pesantren, dan komunitas. Kedua, melakukan kerja sama dengan perusahaan maupun institusi dalam hal pembayaran payroll. Ketiga, mengevaluasi nisbah atau margin baik di sisi aset maupun liabilitas mulai awal tahun depan.

"Tentu saja kami harus menjaga nisbah bagi hasil agar tetap kompetitif, terutama pada nasabah-nasabah institusi besar yang mengharapkan bagi hasilnya mengacu pada market rate," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni syariah

Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top